Begini Alur Penebusan Bantuan Sosial Program Kartu Sembako

Begini Alur Penebusan Bantuan Sosial Program Kartu Sembako
Ilustrasi Sembako. ©2020 Merdeka.com (instagram : hotmanparisofficial)
EKONOMI | 22 Juli 2021 11:52 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Sejak pandemi Covid-19 berlangsung, Rokayah warga Kemayoran, Jakarta Pusat menerima bantuan Kartu Sembako dari Pemerintah. Bantuan paket sembako tersebut berisi 10 kilogram beras, 15 butir telur ayam, 1 ekor ayam dan 1 kilogram buah-buahan.

"Isi paket sembako ada beras, telur, ayam sama buah-buahan," kata Rokayah saat ditemui di rumahnya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/7).

Dia mengaku namanya sudah tercatat di Dinas Sosial sebagai penerima program bantuan sosial. Sebab dia sudah tidak memiliki suami dan hanya bekerja serabutan seperti membuat pesanan kue-kue basah atau memandikan jenazah.

Rokayah mengatakan jadwal penyaluran bantuan sosial tidak tetap. Setiap bulannya selalu berbeda-beda. Hanya menunggu pengumuman dari pengurus program dari kelurahan.

Bulan ini pengambilan bantuan sosial akan dilaksanakan pada Senin (26/7) pekan depan. Informasi tersebut didapat dari ketua BPNT kelurahan setempat melalui pesan singkat. "Informasi dari Ketua BPNT, bulan ini penyaluran hari Senin tanggal 26 tempatnya masih belum tahu," kata Rokayah.

Sebelum tanggal penyaluran bantuan, kata Rokayah, biasanya para penerima bansos akan mengumpulkan kartu sembako. Kartu tersebut akan dikumpulkan kepada ketua kelompok di setiap RW.

Dalam satu RW jumlah penerima bantuan sosial beragam, ada yang hanya puluhan, ada juga yang ratusan penerima. Namun di RW tempat tinggalnya hanya ada satu kelompok dengan peserta 70 penerima bansos.

"Setiap RW beda-beda, ada yang 150 orang, 100 orang. Kalau kelompok saya di RW 03 cuma 70 penerima, jadi cuma satu kelompok saja," kata dia.

Setelah kartu terkumpul, Ketua BPNT akan berkeliling membawa mesin EDC untuk menggesek kartu yang telah dikumpulkan. Masing-masing kartu nanti akan mendapatkan struk yang akan tukarkan paket sembako di tanggal 26 nanti.

"Jadi kalau udah kumpul semua, nanti ketuanya datang buat gesek kartu sembako. Nanti kalau sudah, kartu yang tadi dibagikan lagi ke yang punyanya buat ambil sembako. Kalau enggak digesek dulu, nanti gak bisa ditebus," kata dia.

Waktu penggesekan memang sengaja dilakukan pada waktu yang berbeda. Tujuannya agar saat pengambilan sembako, penerima hanya menunjukkan struk saja. Sehingga tidak terjadi penumpukan saat penyaluran sembako. Terlebih saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

"Jadi biar cepat dan enggak perlu antri lama buat ambil sembakonya," kata dia. (mdk/azz)

Baca juga:
Gubernur: 64 Persen Penduduk Jawa Barat Dapat Bantuan Sosial Selama PPKM
Wapres Minta Jatim Percepat Salurkan Bansos Covid-19
Cerita Warga Terdampak Pandemi Penerima Program Bantuan Sosial Tunai
Wapres Ma'ruf Minta Pemerintah Daerah Perbaiki Data Penerima Bansos
Rincian Penerima Banpres BPUM Sepanjang 2020, Terbanyak Pedagang Eceran

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami