Begini Cara Ajukan Keringanan Cicilan Kendaraan Ke Perusahaan Pembiayaan

Begini Cara Ajukan Keringanan Cicilan Kendaraan Ke Perusahaan Pembiayaan
UANG | 30 Maret 2020 14:56 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Asosiasi perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menjeaskan terkait restrukturisasi (keringanan) pembayaran cicilan bagi debitur yang terdampak wabah virus corona.

Ketua Umum APPI, Suwandi Wiratno menjelaskan, setidaknya ada tiga jenis keringanan yang ditawarkan kepada para debitur. Mulai dari perpanjangan jangka waktu, penundaan sebagian pembayaran dan atau jenis keringanan lainnya yang ditawarkan oleh perusahaan penawaran.

Terkait pengajuan permohonan keringanan dapat dilakukan bagi debitur dengan kriteria yang telah ditetapkan. Pertama, terkena dampak langsung Covid-19 dengan nilai pembiayaan di bawah Rp 10 miliar.

Kedua, pekerja sektor informal atau pengusaha UMKM. Ketiga, tidak memiliki tunggakan sebelum tanggal 2 Maret 2020. Seperti diketahui, kasus pertama virus corona pertama kali dilaporkan ada di Indonesia pada 2 Maret lalu.

Keempat, debitur merupakan pemegang unit kendaraan atau jaminan. Kelima kriteria lain yang ditetapkan oleh perusahaan pembiayaan.

Suwandi mengatakan, untuk proses pengajuan keringanan baru bisa dilakukan pada 30 Maret 2020. Pengajuan keringanan ini dilakukan secara online dan tidak perlu datang ke kantor perusahaan pembiayaan.

Adapun tata cara pengajuan keringanan di antaranya, melakukan permohonan keringanan dengan cara mengisi formulir yang dapat di-download dari website resmi perusahaan pembiayaan. Setelah itu, pengembalian formulir dilakukan melalui email.

"Sehingga tidak perlu mendatangi kantor perusahaan pembiayaan," kata Suwandi.

1 dari 1 halaman

Debitur Tidak Terdampak Wajib Bayar Cicilan

terdampak wajib bayar cicilan rev4

Persetujuan permohonan restrukturisasi (keringanan) akan diinformasikan oleh perusahaan pembiayaan melalui email. Pengajuan keringanan dapat disetujui jika jaminan kendaraan/jaminan lainnya masih dalam penguasaan debitur sesuai perjanjian pembiayaan.

"Bagi Bapak/Ibu yang telah mendapatkan persetujuan restrukturisasi (keringanan) agar melakukan pembayaran dengan penuh tanggung jawab sesuai perjanjian restrukturisasi (keringanan) yang telah disepakati bersama, " kata Suwandi mengingatkan.

Suwandi menambahkan, bagi para debitur yang tidak terdampak wabah virus corona, diharapkan tetap membayar angsuran sesuai dengan perjanjian. Agar terhindar dari sanksi denda dan catatan negatif di dalam Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK).

Tak hanya itu, Suwandi juga mengingatkan para debitur untuk tidak mudah percaya dengan informasi hoaks. Jika ada perusahaan yang menggunakan jasa debt collector tidak sesuai ketentuan agar dilaporkan.

"Serta melaporkan kepada perusahaan pembiayaan apabila terdapat debt collector yang melakukan tindakan tidak sesuai ketentuan," kata Suwandi mengakhiri. (mdk/idr)

Baca juga:
Perbankan Bisa Seleksi Debitur yang Dapat Penundaan Cicilan Kredit
Ojek Online Minta Ada Pemberian Sanksi Jika Leasing Masih Tagih Cicilan
BNI Syariah Beri Keringanan Pembayaran cicilan Kredit Bagi Nasabah UMKM
OJK: Keringanan Kredit Bukan Berarti Menghapus Kewajiban Bayar Cicilan
Catat, Ini Cara Lengkap Minta Keringanan Cicilan Kredit ke Bank dan Leasing
Pengemudi Ojek Online Mengeluh Perusahaan Leasing Masih Tagih Cicilan Kredit Motor

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami