Begini Strategi BJ Habibie Tarik Investasi, Kunci Pulihkan Ekonomi Usai Krisis 98

UANG | 12 September 2019 16:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Presiden RI Ketiga BJ Habibie telah banyak berjasa terhadap perkembangan ekonomi di Indonesia. Jasanya yang kerap diingat berhasil mengembalikan roda perekonomian Indonesia menjadi normal usai krisis moneter di tahun 1998. Salah satu strateginya melalui investasi.

Pemerintah Jokowi saat ini pun juga tengah memutar otak untuk menarik investasi. Tujuannya menghindari menjalarnya krisis ekonomi ke Indonesia yang sudah terjadi di sejumlah negara dunia. Apa yang bisa dipetik dari BJ Habibie?

Dikutip dari buku berjudul 'Reformasi: Visi dan Kinerja BJ Habibie', BJ Habibie sudah menyadari bahwa ketergantungan industri Indonesia pada impor bahan mentah dan bahan baku menjadi sumber kesulitan saat terjadi krisis moneter.

Upaya yang dilakukan BJ Habibie adalah menggenjot investasi untuk mensubstitusi produk impor. Menyadari bahwa kegiatan investasi sangat penting bagi pembangunan nasional, BJ Habibie mengkaji kembali sistem dan fasilitas kebijakan insentif dan disinsentif.

Tidak hanya itu saja, BJ Habibie juga memiliki beberapa langkah lainnya untuk mendorong pembangunan nasional, di antaranya adalah menghapuskan semua bentuk surat-surat rekomendasi yang diperkirakan akan menghambat kegiatan investasi.

Selain itu, Pemerintah BJ Habibie menilai pentingnya pemberian informasi yang lengkap mengenai berbagai peluang usaha di daerah. Harapannya agar bisa ditawarkan kepada investor, baik di dalam dan luar negeri, khususnya di sektor agrobisnis dan pertambangan.

Kemudian, untuk menarik para investor pun diperlukan kawasan industri. Upaya menarik para investor ini dilakukan oleh Badan Promosi Perdagangan.

Semasa kariernya, BJ Habibie merealisasikan kawasan industri tersebut. Beliau membangun kawasan industri di Batam. BJ Habibie memanfaatkan kedekatan lokasi Batam dengan Singapura. Diharapkan Batam bisa mengambil keuntungan dari lalu lintas perdagangan laiknya Singapura.

Demi memperkuat Batam sebagai kawasan industri, Pulau Batam dan pulau-pulau lainnya pun terhubung melalui jembatan yang dibangun dengan panjang seluruhnya 2.264 meter. Jembatan ini menghubungkan tujuh pulau, yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Setoko, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru.

Beliau juga membangun jalan Trans-Barelang sepanjang 54 kilometer. Dengan adanya pembangunan jembatan dan jalan ini, luas wilayah kerja Otorita Batam bertambah 277 kilometer dibandingkan luas wilayah sebelumnya.

Dana yang digunakan untuk membangun prasarana ini mencapai Rp 369,9 miliar. Dalam membangun prasarana ini pun, BJ Habibie tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jadi, pendanaan ini murni berasal dari pendapatan operasional Otorita Batam sendiri.

Harapan BJ Habibie saat itu adalah minat para investor dari dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di wilayah Otorita Batam kian besar. Dengan begitu, investasi ini akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Reporter Magang: Rhandana Kamilia

1 dari 2 halaman

BJ Habibie, Pribadi yang Anti Subsidi Energi

Indonesia tengah berduka karena kehilangan salah satu sosok yang berjasa dan berprestasi. Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Di masanya, B.J. Habibie dikenal sebagai sosok yang memiliki pandangan yang sangat reformis. Dikutip dari buku Reformasi: Visi dan Kinerja BJ Habibie, pandangannya yang reformis membuat dirinya menjadi pribadi yang anti subsidi energi.

Saat menjadi presiden, pandangan BJ Habibie di sektor energi lebih menekankan pada bagaimana seharusnya mekanisme pasar bekerja. Akibatnya, beliau tidak menyukai adanya subsidi pada bahan bakar minyak (BBM). Pun, subsidi di sektor listrik.

Pada saat itu, BJ Habibie dan Departemen Pertambangan dan Energi menyusun skema agar dapat menghapuskan subsidi BBM secara bertahap dan bergantian. Tujuannya adalah tidak akan ada lagi subsidi BBM pada 2003.

Pandangan BJ Habibie saat itu dianggap sangat visioner bila dibandingkan dengan para elit politik dan birokrasi lainnya. Sebab, upaya penghapusan subsidi tersebut guna menciptakan pasar yang mampu bersaing di sektor listrik.

2 dari 2 halaman

BJ Habibie Pembuat Pesawat R80

Semasa hidup, BJ Habibie pernah bermimpi memiliki pesawat nasional yang bisa membawa nama Indonesia lebih harum. Tak disangka, mimpi ini terwujud dengan diciptakannya pesawat R80 yang rencananya akan dirakit tahun ini dan mulai di jual tahun 2025 mendatang.

Meski belum dipastikan kapan tepatnya akan dirakit, pesawat R80 ini ternyata laris manis. Buktinya, sudah ada pesanan sebanyak 155 unit, dengan rincian Nam Air memesan 100 unit, Kalstar 25 unit, Trigana Air 20 unit dan Aviastar 10 unit.

Pesawat ini diklaim BJ Habibie menjadi kebanggaan terbarunya. Bahkan BJ Habibie pernah menyatakan tidak ingin meninggal sebelum hasil rancangannya ini mengudara.

Pesawat R80 dilengkapi dengan sistem kendali fly by wire yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah. Lalu, pesawat ini juga bisa meminimalisir suara bising yang dihasilkan baling-baling pesawat. Sistem penyesuaian udara juga ditanamkan di sini sehingga tekanan udara di pesawat stabil tidak terpengaruh ketinggian pesawat.

Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI), Ilham Habibie mengatakan sebagai pesawat bermesin baling-baling atau mesin turboprop, konsumsi bahan bakar pesawat R80 jauh lebih irit 20 persen ketimbang pesawat bermesin jet. Hal ini tentu menjadi pertimbangan maskapai untuk membeli pesawat R80, karena efisiensi bahan bakar dapat membuat perusahaan semakin untung.

"Menurut saya minimal 20 persen irit, itu cukup berarti. Karena laba perusahaan sangat sedikit, kompetisi ketat, sehingga mereka harus bisa berhemat," tuturnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Kenangan Luhut saat Diminta jadi Dubes Singapura oleh BJ Habibie
Begini Strategi BJ Habibie Tarik Investasi, Kunci Pulihkan Ekonomi Usai Krisis 98
Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Pemakaman BJ Habibie
Menteri PUPR Belum Sempat Laporkan Pembangunan Jembatan Habibie
Wiranto Cerita Kesuksesan Habibie Saat Transisi Orde Baru ke Reformasi
Anies: Pemerintahan Sebelum Habibie, Mengkritik Saja Ditangkap
Airlangga Sebut BJ Habibie Ingin Institut Teknologi Indonesia jadi PTN