Begini Tahap Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

UANG | 26 Agustus 2019 14:51 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro membeberkan tahap pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Tahap pertama yaitu tahap persiapan yang dimulai 2020 mendatang.

"Tahun 2020 itu fase persiapan sampai finalnya. Maksudnya, 2020 itu sudah selesai masterplannya, urban designnya, building design, sampai pada dasar per undang-undangnya, dan juga menyiapkan lahan," kata Bambang di Jakarta.

Kemudian tahap berikutnya yaitu pembangunan infrastruktur yang dimulai pada akhir 2020. Semua konstruksi diharapkan sudah bisa dibangun.

"Paling lambat 2024 sudah bisa dilakukan pemindahan ibu kota. Pemindahan juga ada tahapnya dan kita akan umumkan detailnya," jelas Bambang.

Menteri Bambang menegaskan bahwa yang akan dipindahkan hanya pusat pemerintahan. Jakarta selanjutnya akan menjadi kota pusat bisnis. "Yang akan dipindahkan itu pusat pemerintahan. Bukan ibu kota seperti Jakarta yang kita bayangkan. Kota Jakarta akan tetap didorong sebagai pusat bisnis keuangan yang berskala internasional."

Sementara itu, Menteri ATR, Sofyan Djalil menegaskan akan membantu membereskan semua hal yang berkaitan dengan perizinan dan lahan.

"Setelah penentuan lokasi, kita akan lakukan land freezing supaya jangan terjadi spekulasi tanah di tempat yang nanti dibutuhkan untuk mendukung ibu kota negara tersebut," tutup Sofyan.

Reporter: Lisza Egeham

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Alasan Ibu Kota Tak Lagi di Jakarta
Inilah Kelebihan Kutai Kartanegara, Wilayahnya Jadi Ibu Kota Baru
Jadi Ibu Kota, Inilah Gambaran Wilayah Penajam Paser Utara Kaltim
Paling Lambat Pusat Pemerintahan Pindah ke Kaltim 2024, Ini Tahapannya
Jokowi: Kebutuhan Anggaran Ibu Kota Baru Capai Rp466 Triliun
Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Jokowi Tegaskan Jakarta Tetap Prioritas Pembangunan

(mdk/idr)