BEI dorong masyarakat kelas menengah investasi di pasar modal

UANG | 10 November 2014 18:25 Reporter : Alwan Ridha Ramdani

Merdeka.com - Bursa Efek Indonesia mencatat kenaikan kapitalisasi pasar sebesar 652,4 persen selama 10 tahun terakhir. Dari Rp 675,9 triliun menjadi Rp 5.116 triliun pada posisi September 2014.

Selain itu, jumlah emiten meningkat dari 331 emiten menjadi 502 emiten. IHSG ikut melonjak 413,6 persen dari 1.000,2 poin menjadi 5.137,5 poin. Otoritas bursa masih melihat peluang besar untuk peningkatan jumlah investor.

"Peningkatan kelas menengah diharapkan jadi faktor pendorong peningkatan investor domestik," ujar Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Frederica Widyasari Dewi di BEI, Senin (10/11).

Dia berharap pasar modal menjadi alternatif pembiayaan di tengah ketatnya likuiditas perbankan. "Pasar modal yang terus mengalami pertumbuhan semakin memberikan kontribusi bagi perekonomian."

Untuk mendorong investor baru dari kalangan kelas menengah melantai di pasar modal, perlu program pendorong kesadaran masyarakat buat berinvestasi.

"BEI ingin mendorong investor tradisional bergeser ke pasar modal, dengan memberi gambaran investasi dibandingkan investasi lain." (mdk/noe)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.