BEI Pastikan Aturan Electronic Book Building Rampung Oktober 2019

UANG | 11 Juni 2019 14:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa aturan electronic book building (e-bookbuilding) akan tetap dirilis pada kuartal-III tahun ini, yakni Oktober 2019. Sebelum perilisan e-bookbuilding, akan dilakukan uji coba terlebih dahulu.

"Enggak molor kok, sesuai dengan schedule. Nanti akan ada seperti pilot projectnya terlebih dulu untuk pemakaian e-bookbuilding," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Selasa (11/6).

Saat ini, pihaknya tengah memastikan agar sistem e-bookbuilding agar rampung terlebih dahulu. Sedangkan peraturan mengenai porsi penjatahan (allotmen) sudah tertera dalam draft peraturan.

"E-bookbuilding sudah ada di draft peraturan. Uji coba untuk sistem masih dalam proses. Jadi mohon ditunggu dulu. Jadi targetnya ya tetap Oktober ya. Tidak ada perubahan," imbuhnya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menerapkan layanan Electronic Book Building (EBB) pada April 2019. Dalam sistem ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) berperan sebagai penyedia platform EBB di pasar sekunder.

"Kita ini penyelenggara secondary market. Kemungkinan bursa akan mendapatkan penunjukkan penugasan. Jadi kita itu bursa, khusus yang EBB, konteks primary market nanti bursa akan mengajukan atau mendapatkan penugasan OJK," ucap Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fauzi di Gedung BEI, Selasa (8/1).

Penerapan EBB tidak hanya melibatkan BEI, namun juga self regulatory lainnya seperti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI). KPEI berperan untuk memastikan aliran komitmen pemesanan saham di pasar primer, kemudian untuk proses settlement akan dikerjakan oleh KSEI.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
25 Emiten Baru Siap Melantai di Bursa Efek Tahun Ini
Resmi Melantai di BEI, Saham Hotel Fitra Naik 69,61 Persen
Kemenhub Sebut Maskapai RI Tengah Rugi, Begini Saham AirAsia dan Garuda
Begini Strategi VIVA Hadapi Revolusi Digital Industri Media
Indofood Siapkan Belanja Modal 2019 Rp 7 Triliun
INDF Raih Kredit Sindikasi Perbankan Refinancing Obligasi Jatuh Tempo 2019

(mdk/azz)