BEI Siapkan Protokol Krisis Jika IHSG Terjun Bebas Hingga 10 Persen

UANG | 20 Mei 2019 12:07 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Berbagai sentimen domestik hingga global membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam belakangan ini. Pekan lalu, IHSG bahkan turun sebesar 6,16 persen ke level 5.826,87 dari 6.209,12.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan BEI, Laksono Widodo mengatakan, protokol krisis BEI pada dasarnya akan diterapkan jika indeks sudah turun terlalu tajam, yakni lebih dari 2 persen dalam sehari.

"Selalu ada (protokol krisis). Cuma protokol krisis biasanya kita mulai watch market apabila dalam sehari mulai turun lebih dari 2 persen. Kalau sudah sampai 5 persen maka kita mulai meeting dengan para otoritas. Sampai turun 10 persen ada auto hold," terangnya di Gedung BEI, Senin (20/4).

Dia menambahkan, pihak bursa sudah melakukan tes auto hold yakni pengujian jika indeks di bursa saham terkoreksi cukup dalam.

"Which is, hari Sabtu kemarin sudah mulai dicoba, test di antara anggota bursa dan IDX dan berjalan dengan baik. Jadi kita juga mempersiapkan itu," ujarnya.

Kendati begitu, otoritas bursa tidak akan menutup market hanya jika indeks mengalami penurunan sebesar satu persen dalam sehari.

"Tidak. tidak ada di dunia manapun yang protokol yang 1 persen turun market musti ditutup. Kita pun tetap mewaspadai tapi apakah ini menjadi kejadian luar biasa yang membuat kami melakukan tindakan luar biasa, saya rasa belum," kata dia.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
BEI Bocorkan Alasan IHSG Terjun Bebas Hingga 6,16 Persen
Manulife Ramal IHSG 2019 Berakhir di Posisi 6.900-7.100
Imbas Perang Dagang AS-China, IHSG Ditutup Melemah
IHSG Anjlok 1,75 Persen Selama Sepekan
IHSG Menguat Usai AS Ancam Naikkan Tarif Produk China
IHSG dan Rupiah Melemah, Menko Darmin Bantah Karena Politik Memanas

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT