BEI tolak rencana reverse stock Ratu Prabu Energi

UANG | 8 Agustus 2018 15:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) menolak rencana PT Rabu Prabu Energi Tbk (ARTI) untuk melakukan reverse stock atau penggabungan nilai saham dengan rasio 10:1. Sebab, secara fundamental perusahaan dengan kode saham ARTI tersebut belum memenuhi syarat.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyarankan agar perseroan menunda aksi korporasi tersebut. Sementara itu, BEI akan terus memantau pergerakan saham perseroan untuk beberapa waktu selanjutnya.

"Kita lihat fundamentalnya oke mendukung tidak, kita lihat pergerakan harga saham, proven tidak, juga harganya. Jadi sebenarnya istilahnya bukan menolak ya tapi kita minta untuk tidak dilakukan dalam periode ini untuk mereka bisa proven lagi ke depannya," tuturnya di Gedung BEI, Rabu (8/8).

"Jadi bursa melihat dari beberapa persyaratan di antaranya fundamental atau kinerja keuangan perusahaan, rencana perusahaan ke depan," tambah dia.

Diketahui, PT Ratu Prabu Energi berencana untuk menggabungkan nilai saham seri A yang semula Rp 500 per saham menjadi Rp 5.000 per saham. Untuk saham seri B yang semula Rp 100 per saham menjadi Rp 1.000 per saham.

Saat ini saham perusahaan masih menetap di harga Rp 50 per saham. Jika reverse stock dilakukan maka harga saham perusahaan akan meningkat menjadi Rp 500 per sahamnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
OJK siapkan aturan larang pihak asing masuk ke Perusahaan Efek Daerah
KSEI luncurkan sistem terbaru, mampu selesaikan 20.000 transaksi per menit
Produksi film, MD Pictures bakal gandeng Korea dan China
Melantai di bursa saham, MD Pictures alokasikan saham untuk artis
Resmi IPO, saham MD Pictures melejit 49,52 persen di pembukaan perdagangan

(mdk/azz)