Belanja Negara Naik Hingga Dua Kali Lipat, Kesejahteraan Rakyat Dipertanyakan

Belanja Negara Naik Hingga Dua Kali Lipat, Kesejahteraan Rakyat Dipertanyakan
UANG | 26 Agustus 2020 14:56 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dolfie Ofp mempertanyakan peningkatan besaran belanja Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2010 dengan tahun 2019, yang nilai mencapai lebih dari dua kali lipat. Menurutnya, peningkatan itu belum sejalan dengan meningkatnya kualitas kehidupan rakyat Indonesia.

"Jika kita bandingkan dengan tahun 2010, belanja (APBN) kita hanya Rp1.009 triliun, dan sekarang naik lebih dua kali lipatnya yakni Rp2.309 triliun. Pertanyaannya, jika BPK sudah mengaudit serta melakukan pemeriksaan, bagaimana laporan keuangan pemerintah pusat, apakah sudah sesuai atau belum dengan standar akuntansi pemerintah. Menurut kami adalah tugas DPR untuk menilai, apakah belanja negara itu sudah efektif dan efisien dalam memberikan kemakmuran sebesar-besarnya bagi rakyat," ujar Dolfie di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/8).

Dia memaparkan, amanat Undang-Undang Dasar menyebutkan, APBN merupakan wujud pengelolaan kekayaan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Apalagi anggaran belanja sudah di alokasikan untuk anggaran dan program, baik untuk sekolah, infrastruktur, bansos, penyediaan obat, bea siswa, dan lain sebagainya dan menghabiskan anggaran sebesar Rp2.309 triliun untuk berbagai macam belanja.

"Kalau kita ikuti undang-undang fakir miskin tentang tujuh kebutuhan dasar, mulai dari pangan, sandang, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, hingga pelayanan sosial, dari aspek pangan, apakah rakyat Indonesia sekarang pangannya sudah memenuhi gizi yang cukup?" tanya politikus PDI Perjuangan itu.

Dari aspek kesehatan, lanjut Dolfie, apakah saat ini akses terhadap pelayanan kesehatan sudah mudah bagi rakyat Indonesia. "Sudah punya kartu BPJS Kesehatan saja belum tentu mendapatkan pelayanan kesehatan," tandasnya.

Baca Selanjutnya: Bidang Pendidikan...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami