Benarkah Perusahaan Lebih Hemat Jika Gunakan Vaksin CanSino?

Benarkah Perusahaan Lebih Hemat Jika Gunakan Vaksin CanSino?
vaksin covid-19. ©REUTERS/Thomas Peter/File Photo
EKONOMI | 27 Mei 2021 14:30 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Ketua Tim Taskforce Covid-19 PT Astra International Tbk (ASII), Aloysius Budi Santoso mengaku belum bisa memprediksi potensi penghematan anggaran perusahaan dengan penggunaan vaksin jenis CanSino yang cukup satu kali suntikan.

Sebab, sejauh ini, belum ada informasi resmi terkait harga yang dibanderol untuk biaya penggunaan vaksin asal China itu. Sehingga, bisa saja harga vaksin CanSino akan diterapkan sama dengan Sinopharm yang juga digunakan dalam program vaksin Gotong Royong.

"Jujur, kita tidak punya ide dengan CanSino sampai saat ini. CanSino boleh satu suntikan tapi kalau harganya katakanlah Rp800.000-an, ya kan sama saja," ungkapnya dalam Dialog Produktif bertajuk Perjalanan Vaksinasi Gotong Royong, Kamis (27/5).

"Sekarang kan Sinopharm harganya Rp350.000-an (Rp321.660) dengan fasilitas kesehatan Rp117.000 (Rp117.910). Jadi, total kan kira-kira kalau dua kali suntikan Rp879.140. Kalau CanSino satu suntikan juga sama ya sama jasa," terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya enggan terlalu memikirkan terkait potensi penghematan anggaran dengan penggunaan vaksin CanSino. Menurutnya, terpenting saat ini ialah percepatan pelaksanaan program Gotong Royong yang melibatkan peserta dari karyawan Astra Group untuk segera terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok.

"Jadi, kami tidak berandai-andai dulu karena (harga) CanSino belum tahu persis. Sementara ini kami tidak berandai-andai tentang CanSino, kita fokus dulu kejar, berdoa 7,5 juta (dosis) segera datang dan Astra alokasinya," tekannya.

Baca Selanjutnya: Vaksin Gotong Royong Gunakan Sinopharm...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami