Benny Tjokro dan Heru Hidayat Disebut Siap Bayar Utang Asabri Rp10,9 Triliun

UANG | 29 Januari 2020 19:56 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - PT Asabri (Persero) Tbk mengaku telah memiliki solusi untuk mengatasi kerugian investasi perusahaannya. Salah satunya adalah dengan pengembalian investasi dari PT Hanson International (MYRX) dan Trada Alam Minera (TRAM).

Direktur Utama PT Asabri, Sonny Widjaja mengatakan kedua pimpinan perusahaan investasi, yakni Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat siap mengganti investasi sebesar Rp10,9 triliun.

Di mana Heru sendiri menyatakan sanggup mengembalikan sebesar Rp5,8 triliun. Sementara sisanya, akan dikembalikan Benny Tjokro sebesar Rp5,1 triliun.

"Tanggung jawab beliau sudah kita minta karena pertengahan 2019 ketika sahamnya semakin menurun tidak perubahan, tidak ada recovery yang bersangkutan kita panggil. Karena saya bilang uang prajurit dan Polri mereka bersenjata," katanya di DPR Jakarta, Rabu (29/1).

Dia memastikan keduanya telah berkomitmen akan membayar utang tersebut. Pernyataan keduanya pun sudah berdasarkan penandatangan dokumen kesepakatan.

"Beliau sudah tanda tangan notariat, potensi kembali, kalau saya gabung dua orang, dua orang kurang lebih akan ketemu Rp10,9 triliun," paparnya.

1 dari 1 halaman

Kementerian BUMN Cari Solusi

Kementerian BUMN tengah mencarikan solusi untuk membenahi persoalan di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Saat ini, Asabri memang berinvestasi di saham kurang bagus.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga meminta pemilik PT Hanson International TBk, Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat untuk melunasi atau membayar utang mereka ke Asabri.

"Terkait masalah investasi pada saham-saham kurang bagus tadi, kita harapkan ini terdapat utang-utang dari yang diakui juga dan diharapkan mereka melakukan pembayaran seperti Benny Cokro dan Heru Hidayat," kata Arya Sinulingga

Menurut Arya, besaran nilai utang belum diketahui namun Kementerian BUMN mengharapkan kedua orang tersebut bisa memenuhi tanggung jawab untuk utang-utangnya, supaya juga bisa membantu Asabri dalam pembenahan.

Mengenai kondisi operasional Asabri, Arya Sinulingga menyebut bahwa Asabri secara operasional tidak ada masalah. Artinya kalau ada klaim Asabri bisa membayarnya. Jadi kalau terdapat klaim dari pensiunan dan sebagainya, itu bisa dibayarkan oleh Asabri," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN tersebut. (mdk/azz)

Baca juga:
Asabri Butuh Rp7,2 Triliun Selamatkan Keuangan Perusahaan
Pimpinan PT Asabri Penuhi Panggilan DPR
Kapolri Idham Soal Kasus Dugaan Korupsi Asabri: Sabar Tunggu Audit BPK
Ombudsman Sebut Pengembalian Tugas OJK ke Bank Indonesia Pernah Dilakukan Negara Lain
Mahfud Tegaskan Pidana Jiwasraya dan Asabri Tak Bisa Dibelokkan ke Perdata
Wimboh Santoso soal Wacana Pembubaran OJK: Kami Bekerja Profesional

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.