Berani Berubah: Siasati Pandemi dengan Bisnis Sayur Delivery

Berani Berubah: Siasati Pandemi dengan Bisnis Sayur Delivery
Usaha Sayur Delivery. istimewa
UANG | 12 April 2021 07:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Sudah satu tahun usaha sayur delivery milik Bayu berjalan. Kini usahanya semakin berkembang. Mantan pemilik usaha soundsystem ini memilih usaha sayur delivery, karena menurutnya usaha ini menjanjikan. Apalagi saat itu usaha pemesanan soundsystem milik Bayu sempat menurun imbas pandemi Covid-19.

Awal Bayu merintis usaha sayur delivery, saat sang istri mendapat pemberitahuan bahwa pengiriman sayur akan terlambat, dikarenakan pemesanan yang melebihi batas. Akhirnya Bayu memutuskan mencoba membuka usaha sayur delivery. Pelanggan bisa memesan sayur melalui aplikasi WhatsApp atau Instagram. Sehingga pelanggan tidak perlu mengunduh aplikasi baru.

usaha sayur delivery
istimewa

Bayu mengungkap keuntungan yang didapat saat membuka usaha sayur delivery. Dalam satu bulan, usaha sayurnya mencapai omset Rp 60-70 juta. Kenaikan omset yang pesat, kemungkinan karena warga yang ingin memasak di rumah, tanpa harus berbelanja keluar rumah.

"Saya juga gatau ya, mungkin karena orang kalau berpuasa cenderung lebih ingin masak di rumah, lebih banyak ingin mengkonsumsi gitu ya," kata Bayu.

Ada perbedaan yang dirasakan Bayu saat menyewakan soundsystem dengan menjual sayur. Bayu mengaku belum terbiasa berdagang sayur, memilih sayur hingga menjual sayur. Karena sebelumnya, Bayu terbiasa memanggul barang berat seperti soundsystem.

usaha sayur delivery
istimewa

"Dari sound system angkat-angkat berat, jadinya angkat sayur. Milih-milih buah sayur cabe ini apa, sayur ini apa. Ya contohnya milih buah gitu, namanya tangan-tangan udah angkat sound, tangan-tangan kuat milih-milih sayur, milih-milih buah sampai bonyok dipegangnya," kata Bayu.

Meski begitu, Bayu bersyukur dengan usaha sayurnya. Bayu tak menyangka kalau usaha sayur online ini malah menyelamatkannya dari keterpurukan.

"Dulu ketika awal pandemi kalau saya nggak menjalankan bisnis sayur ini, mungkin saya udah selesai gitu. Jadi usaha saya ini udah bener-bener nggak ada, gitu, mungkin sekarang saya lagi apply-apply lamaran kerjaan berhenti jadi pengusaha gitu, kalau saat itu tidak menjalankan industri sayur," tutup Bayu. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami