Beri Bunga 7,8 Persen, Obligasi Lippo Karawaci Kelebihan Permintaan 2 Kali Lipat

Beri Bunga 7,8 Persen, Obligasi Lippo Karawaci Kelebihan Permintaan 2 Kali Lipat
UANG | 11 Februari 2020 12:10 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah menyelesaikan penawaran obligasi tambahan senilai USD 95 juta atas obligasi awal lima tahun senilai USD 325 juta. Obligasi tambahan tersebut akan menawarkan imbal hasil sebesar 7,8 persen.

Dana obligasi tambahan tersebut akan digunakan untuk melunasi seluruh sisa obligasi yang jatuh tempo pada 2022. Dengan demikian, Lippo Karawaci akan memiliki utang terbatas yang akan jatuh tempo selama lima tahun ke depan hingga 2025.

CEO LPKR, John Riady, mengatakan penawaran obligasi tambahan tersebut mendapat kelebihan permintaan (oversubscribed) hampir 2 kali lipat dengan nilai pemesanan sebesar USD 183 juta. Pembiayaan kembali obligasi yang jatuh tempo pada 2022 akan lebih meningkatkan profil utang LPKR.

"Sekarang, kami berada pada posisi tidak ada utang besar yang akan jatuh tempo hingga 2025 dan kami akan fokus pada peluncuran produk perumahan, penjualan persediaan serta peningkatan pra penjualan secara keseluruhan," jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/2).

Penawaran obligasi Lippo Karawaci yang terbaru ini didukung oleh joint global coordinators and bookrunners diantaranya Credit Suisse, BNP Paribas dan Deutche Bank serta joint bookrunners Citi, CIMB dan Mandiri.

1 dari 1 halaman

Awal Januari, Lippo Karawaci Terbitkan Obligasi Senilai USD 325 Juta

lippo karawaci terbitkan obligasi senilai usd

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menerbitkan obligasi lima tahun, senilai USD 325 juta, pada 14 Januari 2020. Obligasi tersebut akan menawarkan imbal hasil sebesar 8,125 persen.

CEO LPKR, John Riady, mengatakan dana dari obligasi tersebut akan digunakan untuk melunasi sebagian obligasi yang jatuh tempo pada 2022. Penerbitan obligasi tersebut mendapat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 4,5 kali lipat.

Selain itu, perseroan sedang dalam tahap akhir untuk mendapatkan fasilitas pinjaman untuk membayar kembali sisa utang obligasi senilai USD 100 juta sehingga Lippo Karawaci tidak memiliki utang besar yang akan jatuh tempo selama lima tahun ke depan sampai dengan 2025.

"Kami akan menggunakan dana tersebut untuk melunasi obligasi kami yang jatuh tempo pada 2022, sehingga kami akan memiliki utang terbatas sampai dengan 2025," ujar John Riady.

(mdk/bim)

Baca juga:
Aset Lippo Karawaci Tembus Rp56,8 Triliun
Deretan Saham Berpotensi Masuk Jajaran Indeks LQ45
Pasar Properti Cerah, Penjualan Lippo Karawaci Tembus Rp1,85 Triliun
Obligasi Bunga 8,1 Persen Lippo Karawaci Kelebihan Permintaan 4,5 Kali
Mal-Mal Lippo Karawaci Alih Fungsi Jadi Posko Bantuan Banjir
Lippo Raup Rp 1,2 T dari Penjualan Mal Pejaten Village dan Binjai Supermall
Garap Bisnis Pemakaman Muslim, Lippo Tawarkan Tarif Hanya Rp32 Juta

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami