Beri bunga rendah, bank takut deposan kabur

Beri bunga rendah, bank takut deposan kabur
Rupiah. ©2013 Merdeka.com
EKONOMI | 24 September 2014 14:36 Reporter : Nurul Julaikah

Merdeka.com - Senior Vice President Treasury PT Bank Mandiri Tbk, Dharmawan Junaedi mengakui perang suku bunga yang terjadi saat ini bukan karena permintaan deposan yang menginginkan bunga deposit tinggi. Namun, sebagai cara bank untuk bertahan menjaga deposannya dari serangan bank lain. "Justru deposan terbentuk, dia tau ada bunga lebih tinggi dia pindah," ujar Dharmawan di Jakarta, Rabu (24/9).

Otoritas Jasa Keuangan mencatat bahwa saat ini tengah ada perang suku bunga perbankan yang memberikan suku bunga deposito satu bulan mencapai level 11 persen. Bunga yang diberikan jauh dari yang ditetapkan LPS sebesar 7,5 persen.

Menurut Dharmawan, kondisi loan to deposit ratio (LDR) bank-bank saat ini sudah tinggi. Sehingga, bank harus mencari tambahan murah atau dana pihak ketiga (DPK). Kondisi tersebut, menyebabkan bank berlomba-lomba untuk menarik deposan menyimpan uangnya pada bank tersebut dengan iming-iming bunga tinggi.

"Bagaimana bisa dapat DPK kalau ratenya sama atau lebih rendah dari bank lain, misal anda punya duit deposit di bank A bunga 7 persen di bank B bunga lebih, dia pindah, jadi memang bank-bank yang pasang bunga deposito, bukan keinginan deposannya," katanya.

(mdk/arr)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini