Beri Ruang Khusus, LPS Tetap Jamin Uang Nasabah di Perbankan Syariah

Beri Ruang Khusus, LPS Tetap Jamin Uang Nasabah di Perbankan Syariah
UANG | 10 Juni 2020 12:42 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tetap memberikan ruang khusus bagi bank syariah di tengah pandemi Covid-19. LPS tetap memberikan jaminan dengan mekanisme sendiri, karena bank syariah tidak menggunakan bunga dalam praktik sistem perbankan.

"Khusus untuk LPS kami memberikan ruang khusus bagi bank syariah karena mereka tidak menggunakan bunga," kata Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah dalam Webinar bertajuk 'New Normal dan Mitigasi Bisnis Perbankan Saat Wabah Covid-19' di akun YouTube LPS_IDIC Official, Jakarta, (10/6).

LPS akan memberikan jaminan kepada nasabah bank syariah sepanjang jumlah simpanan di bank sebesar Rp2 miliar. Kata Halim, kebijakan ini bukan sesuatu yang baru.

Sudah ada fatwa dari MUI dan Dewan Syariah Nasional sebagai dasar LPS untuk melakukan kebijakan ini. Bahkan LPS juga sudah menyiapkan skema penanganan jika ada bank syariah yang gagal.

Sementara itu, berbagai kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga tetap berlaku bagi bank syariah.

"Untuk perbankan syariah langkah yang ditempuh BI, OJK dan LPS kebijakannya sama," kata Halim mengakhiri.

1 dari 1 halaman

Masyarakat Tetap Percaya Simpan Uang di Bank

percaya simpan uang di bank rev1

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Halim Alamsyah menyebut bahwa masyarakat masih mempercayai perbankan sebagai tempat yang aman menyimpan uang di tengah pandemi Covid-19. Berdasarkan pemantauan data simpanan dana di bank, jumlah dana pihak ketiga (DPK) masih mengalami peningkatan hingga bulan April 2020.

"Secara keseluruhan DPK data resmi sampai April pertumbuhan DPK masih naik," kata Halim dalam Webinar bertajuk 'New Normal dan Mitigasi Bisnis Perbankan Saat Wabah Covid-19' di akun YouTube LPS_IDIC Official, Jakarta, (10/6).

Halim menambahkan memang tidak semua segmentasi sumber DPK mengalami kenaikan. Sebab sebelum terjadi pandemi, ada beberapa bank yang perlu meningkatkan kinerjanya.

Namun, pada bulan Mei DPK perbankan secara keseluruhan tumbuh melambat komposisinya. Saat ini masyarakat juga menjadi lebih konservatif.

"Sampai bulan Mei secara total masih naik tapi tumbuhnya memang melambat," kata Halim. (mdk/idr)

Baca juga:
Selama Pandemi Covid-19, LPS 3 Kali Turunkan Bunga Pinjaman
LPS: Masyarakat Tetap Percaya Simpan Uang di Bank Saat Pandemi Corona
Bos OJK: Risiko Bank Jangkar yang Salurkan Likuiditas Dijamin oleh LPS
LPS Longgarkan Pembayaran Premi Penjaminan Bagi Perbankan Selama 6 Bulan
LPS Bantah Ada 8 Bank Berpotensi Gagal Karena Virus Corona

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami