Berkaca dari Kasus Vincent, IPI Minta Pilot Bijak Gunakan Medsos

UANG | 25 Juni 2019 19:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pencabutan izin terbang Capt Vincent Raditya pasca membuat video prank dengan pesulap Limbad yang diunggah di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu terus menuai sorotan.

Berdasarkan kasus ini, Ikatan Pilot Indonesia (IPI) meminta kepada seluruh juru kemudi pesawat agar bijak dalam bermedsos demi menjaga nama baik diri dan dunia penerbangan Tanah Air.

"Pesan saya adalah, berhati-hatilah berinteraksi dengan medsos. Karena jejak digital itu tidak bisa dihilangkan," imbuh Ketua IPI Capt Iwan Setyawan di Jakarta, Selasa (25/6).

Iwan memperingatkan itu lantaran segala sesuatu yang tersebar di dunia online kini bisa dengan cepat menyebar hingga ke wilayah lain di luar Indonesia.

"Sekali kita flip, doing something, ya itu akan bisa berdampak kepada diri kita sendiri yang menggunakan uniform ini. Juga kepada perusahaan tempat kita bekerja, mungkin juga bisa kepada pemerintah juga," ujar dia.

Tak hanya itu, konten yang disebar melalui media sosial dapat turut berimbas terhadap nama baik Indonesia di mata dunia jika seorang WNI salah menyuguhkan sajian di medsos kepada publik.

"Makanya reminder-nya adalah kalau kita enggak berhati-hati, ada dua point yaitu trade sama distortion dalam menyikapi masalah medsos ini," tukas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
IPI Ikuti Kemenhub Soal Pencabutan Izin Terbang Pilot Vincent Raditya
Antisipasi Tiket Pesawat Mahal, IPI Tawarkan Program Penerbangan Umum
Klarifikasi Vincent Raditya Terkait Hubungannya dengan Deddy Corbuzier
Ikatan Pilot Indonesia Minta Penerbang Balon Udara Ditindak Tegas
Lisensi Terbang di Cabut, Begini Tanggapan Captain Vincent
Respons Menhub Budi Soal Kasus Pilot Vincent Raditya

(mdk/idr)