Berkaca Kasus Minna Padi, Berikut Tips Aman Investasi Reksadana

Berkaca Kasus Minna Padi, Berikut Tips Aman Investasi Reksadana
UANG | 28 Februari 2020 12:21 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Puluhan nasabah PT Minna Padi Asset Management (MPAM) mendatangi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyampaikan tuntuta karena banyak nasabah merasa dirugikan atas keputusan OJK, untuk melakukan likuidasi terhadap sejumlah produk reksadana Minna Padi.

Diketahui, terdapat enam produk reksa dana yang telah di likuidasi oleh OJK terdiri dari; Minna Padi Pasopati, Minna Padi Pringgodani, Minna Padi Amanah Syariah, Minna Padi Property Plus, Minna Padi Keraton II, serta Minna Padi Hastinapura.

"Kita nasabah ada tuntutan, karena memang padi (MPAM), sudah melakukan pelanggaran," kata nasabah Minna Padi, Jackson di Kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (27/2).

Dengan adanya likuidasi ini, harga jual saham reksa dana nya menjadi anjlok hingga Rp50. Selain itu, Minna Padi kini hanya mampu mengembalikan dana nasabah sebesar 50 persen dari total keseluruhan dana nasabah, yang terdiri dari 20 persen dalam bentuk cash, dan 30 persen berupa saham.

"Sedangkan untuk tiap-tiap produk reksa dana, dana yang disetorkan nasabah di patok hingga Rp500 juta," keluh nasabah lainnya, Antoni.

Sementara itu, pakar reksadana Rudiyanto mengatakan, meskipun suatu perusahaan atau produk telah terdaftar di OJK. Masyarakat atau nasabah harus tetap memperhatikan apakah dalam pengelolaan dan penawarannya telah memenuhi aturan yang ditetapkan OJK atau tidak.

"Apabila terjadi pelanggaran, maka memungkinkan untuk perusahaan manajer investasi dan produk reksa dana dikenakan sanksi. Salah satu bentuk sanksi adalah pembubaran produk," kata Rudiyanto saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (28/2).

1 dari 1 halaman

Tips Investasi Aman Reksadana

aman reksadana rev1

Untuk itu Rudiyanto memberikan empat panduan aman bagi masyarakat yang tertarik berinvestasi reksadana. Pertama, pastikan perusahaan dan produk yang menjadi tujuan investasi telah terdaftar di OJK. Ciri-ciri produk yang resmi, memiliki prospektus dan bisa di cek produknya pada situs OJK.

Kedua, cek apakah dalam proses penawarannya sesuai aturan atau tidak, salah satunya adalah reksa dana dilarang memberikan janji imbal hasil tetap kecuali reksa dana terproteksi. Untuk reksa dana terproteksi sekalipun, tetap memiliki risiko yang harus dijelaskan kepada investornya.

Ketiga, pastikan bahwa transaksi reksa dana telah sesuai dengan prosedur. Pembelian reksa dana hanya dapat dilakukan secara transfer dari rekening atas nama sendiri ke rekening reksa dana di Bank Kustodian (bank yang berfungsi membantu mengurus administrasi, mengawasi dan menjaga aset reksa dana (safe keeping) atas nama investor. Ketentuan mengenai tata cara transaksi bisa dibaca dalam prospektus reksa dana.

Keempat, apabila ada praktek yang meragukan seperti diminta untuk menyetorkan secara tunai, memberikan janji return pasti yang tidak tercantum dalam dokumen resmi, diminta transfer ke rekening atas nama perorangan, atau hal lainnya, bisa dicek ke pihak contact center resmi perusahaan atau pihak OJK. (mdk/azz)

Baca juga:
Kini Beli Reksadana di Bareksa Bisa Bayar Pakai OVO
Demokrat Sebut Kasus Jiwasraya Buat IHSG Anjlok 5 Persen
OJK akan Wajibkan Asuransi dkk Lapor Investasi Saham dan Reksadananya Tiap Bulan
Penertiban Pasar Modal Dinilai Bikin Industri Reksadana Makin Moncer
Per 14 November, Dana Kelola Reksadana Turun Jadi Hanya Rp551 Triliun
Ajaib Tawarkan Investasi Reksa Dana Bonus Asuransi Bebas Premi

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami