Berkat investment grade S&P, pasar obligasi RI makin seksi

Berkat investment grade S&P, pasar obligasi RI makin seksi
UANG | 30 Mei 2017 21:20 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Pasar obligasi Indonesia diyakini semakin bergairah usai pemberian peringkat laik investasi (investment grade) oleh Standard and Poor's (S&P). Selain itu, yield yang ditawarkan masih lebih menarik dibandingkan negara Asia lainnya.

Analis Fix Income Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto, mengatakan per bulan Mei 2017 obligasi sudah tumbuh di kisaran 8,5 persen. Hal ini merupakan suatu pencapaian baik yang harus dipertahankan.

"Yang perlu dilihat adalah Bank Indonesia tidak menaikkan suku bunga acuan untuk mempertahankan posisi ini," ujar Handy di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (30/5).

Handy menambahkan pasar obligasi Indonesia masih menyisakan sejumlah risiko. Di mana ketidakpastian global masih tinggi.

"Semua faktornya masih positif, yield yang ditawarkan juga masih menarik. Namun harus diwaspadai risiko global seperti politik pemilihan umum, Brexit, devaluasi China Yuan, peningkatan Fed Fund Rate (FFR) dan depresiasi nilai tukar," jelasnya. (mdk/bim)

Semen Indonesia niat jual surat utang Rp 8 triliun hingga 2018

Biayai pembangunan LRT, Adhi Karya terbitkan obligasi Rp 3,5 triliun

Rencana PLN terbitkan obligasi USD 1,5 M mundur ke April 2017

Jembatan Cisomang retak, penumpang kereta api melonjak 6 persen

Butuh capex Rp 7,5 T, KAI akan terbitkan obligasi Rp 2 T di 2017

15 Tahun didorong, obligasi daerah tak juga dimanfaatkan pemda

Pemerintah terbitkan ORI 013 berbunga 6,6 persen dan tenor 3 tahun

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami