Beroperasi 3 Tahun, Startup Target Sukses Sinergi Layani 3.000 Perusahaan Nasional

UANG | 25 Juli 2019 13:39 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Target Sukses Sinergi menjalankan bisnisnya di Indonesia sejak pertama kali berdiri pada Oktober 2016 lalu. Selama tiga tahun beroperasi, startup berbendera Mtarget di bidang marketing automation itu telah membantu lebih dari 3.000 perusahaan nasional dalam menembus targetnya masing-masing melalui digitalisasi.

Chief Executive Officer (CEO) dan Founder Mtarget, Yopie Suryadi menuturkan, perusahaannya akan terus menjaga konsistensi memberikan solusi terbaik bagi perusahaan-perusahaan lain dalam mengembangkan bisnisnya.

"Klien Mtarget selama tiga tahun terakhir ada 3.000 perusahaan, terdiri dari free user dan pay user platform kami. Misi kami tetap sama sejak pertama kali berdiri, yaitu untuk membantu perusahaan dan UMKM mencapai growh yang pesat dan dapat melakukan pendekatan secara personal kepada para pelanggannya dengan cara yang sangat efektif serta mengubah stigma bahwa startup itu lebih banyak bakar uang. Dengan layanan yang kami berikan, saya bilang startup ini harus bisa making money,” ujar Yopie, di Jakarta.

Tidak hanya itu, Yopie juga mengungkapkan komitmen perusahaan untuk membantu perusahaan lain tumbuh lebih besar. Baik itu yang berstatus startup atau perusahaan yang sudah settle. Beberapa perusahaan startup yang menurut Yopie tumbuh semakin besar dengan solusi yang diberikan Mtarget antara lain Union Space, Sleekr, Qlue, Bareksa, Kredit Pintar, Cashtree, Finansialku, Moka, dan VOffice.

Sementara perusahaan besar yang menggunakan layanan teknologi informasi Mtarget adalah BFI Finance, Kapal Api, Astra Life, JS Luwansa, PPM Manajemen, Swatch, Tumi, Baznas, Bussan Auto Finance, Zara, Ibis Bandung Trans Studio, ITC Group, Kota Kasablanka, Hush Puppies, Hotel Santika Bintaro, Auto2000 Pasar Kemis, sampai Royal Enfield dan juga beberapa perusahaan yang berbasis di Malaysia.

"Visi kami juga tetap sama, to help other grow bigger. Kami membantu perusahaan lain menjadi lebih besar lagi. Goal-nya itu cari glory buat orang lain," ujarnya.

Dengan menyediakan layanan bisnis yang lebih banyak, Yopie optimistis Mtarget mampu mengusung misi baru yaitu mendigitalkan Indonesia. Secara spesifik, dia menyebut Mtarget bisa menjadi mitra bisnis seluruh perusahaan di bidang keuangan, pariwisata, ritel, otomotif dan edukasi.

"Lima sektor itu yang kita incar. Saat ini masih banyak bisnis UKM yang sepi karena tidak bermain dalam dunia digital. Padahal, negara kita lagi berada di top performance ekonomi. Kalau ada yang bilang penjualannya sepi, itu berarti mereka tak tahu cara bermain di dunia digital," tegas Yopie.

Dia mengakui, untuk bisa menjadi mitra bisnis yang bisa diandalkan oleh perusahaan-perusahaan di lima sektor tersebut tidak mudah. Oleh karena itu, Yopie terus melakukan edukasi pasar khususnya untuk skala perusahaan menengah.

Menurutnya, penetrasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri melalui email marketing masih tertinggal dibandingkan negara tetangga. Dia menyebut perusahaan-perusahaan Singapura, Malaysia, Filipina, bahkan Vietnam lebih melek dan menguasai teknik email marketing.

"Secara bertahap kami juga ingin bersaing di Filipina, Malaysia, dan Singapura setelah sebelumnya membuka perwakilan di Bali tahun depan. Kenapa Bali? Karena banyak banget digital nomad di sana kerja freelancer atau mendirikan startup. Selain itu, semua hotel dan travel itu punya email marketing jadi lebih mudah kita jajaki," pungkas Yopie.

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Menkominfo: Tokopedia dan Traveloka Tidak Selenggarakan Perjalanan Umroh
Startup Unicorn Tarik Investasi Asing ke Indonesia
Startup Jejaring Tiga Artha Incar 30 Persen Pangsa Pasar RI Lewat Zi.Care
Triplogic Gandeng SBM ITB Bangun Program Pengembangan Bisnis UKM
Riset HonestDocs Soal Pentingnya Pendidikan Seksual di Usia Dini
Pengguna Traveloka Bisa Pesan Tiket Ke Banyak Destinasi dalam Satu Transaksi

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.