Bertemu Luhut, Bank Dunia Bahas Program Madrasah Rp4 Triliun Kemenag

UANG | 27 Mei 2019 21:20 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengaku telah diminta oleh Word Bank untuk mempertemukan antara dua instansi yakni Kementerian Agama dan Badan Perencanaan Nasional atau Bappenas mengenai pembangunan program madrasah senilai Rp4 triliun.

"Sebenarnya World Bank mereka rupanya ada program untuk kemenag, jadi Kemenag Rp4 triliun untuk (pembangunan) madrasah dengan Bappenas. Tapi tidak ketemu-ketemu. Country Director World Bank for Indonesia, Rodrigo A Chaves, curhat ke saya ini sudah waktunya tenggat waktunya habis," katanya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (27/5).

Dia mengatakan, atas dasar permintaan tersebut pihaknya menindaklanjuti dengan melakukan komunikasi dari kedua belah pihak, baik Kemenag maupun Bappenas. "Minggu lalu, saya telpon Pak Bambang, Pak Menag (Lukman Hakim) duduk lah itu. Tadi alhamdulilah selesai," sebutnya.

Menko Luhut menuturkan, lamanya kerja sama antara World Bank dengan Kemenag dan Bappenas tersebut karena banyaknya peraturan yang tidak nyambung diantara kedua institusi itu. Salah satunya terkait peraturan teknis Kemenag dengan Green Book yang dimiliki Bappenas.

"Saya minta jembatanin, 3 kali rapat ya alhamdulilah tadi ketemu, Pak Bambang bilang besok atau lusa sudah tanda tangan," kata Luhut. (mdk/azz)

Baca juga:
Tanggapan Menko Darmin Soal Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 5,2 Persen di 2019
Bank Dunia Perkirakan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Melambat
Menteri Sri Mulyani Minta Tiga Hal Pada Presiden Bank Dunia Anyar
Mengenal David Malpass, Loyalis Donald Trump Terpilih Jadi Bos Bank Dunia
5 Candaan Jokowi dan Menteri Ekonominya, Bikin yang Dengar Tertawa Terbahak-bahak
Indonesia Tarik Utang Asing Rp 799,04 Triliun di 2018, Terbesar dari Bank Dunia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.