BI Akui Penyaluran KPR Indonesia Tertinggal Jauh Dibanding Malaysia & Singapura

UANG | 24 Januari 2019 18:16 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Manager Departemen Kebijakan Makro Prudential Bank Indonesia (BI), Bayu Adi Gunawan mengakui bahwa penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia masih rendah dibandingkan negara Asia lainnya. Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia.

Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah penyaluran KPR per Maret 2018, Indonesia baru mencapai sekitar USD 32,3 juta. Sementara Singapura dan Malaysia masing masing menduduki hingga sebesar USD 129,7 juta dan USD 128,4 juta.

"2018 serapan KPR belum maksimal. Belum sampai puncaknya. Tadinya harapan kami di 2018 akhir dan 2019 tengah akan sampai puncak," kata bayu dalam acara diskusi outlook property 2019, di Jakarta, Kamis (24/1).

Tidak hanya penyaluran KPR yang rendah, rasio KPR Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) di 2017 juga masih tertinggal dibandingkan kedua negara tersebut. Di mana, rasio KPR Singapura terhadap PDB mencapai sebesar 44,80 persen, sedangkan Malaysia tercatat 38,40 persen.

"KPR kita cuma mencapai 2,9 persen dari PDB di 2017," kata Bayu.

Adapun rasio penyaluran KPR Indonesia tersebut ditopang oleh pertumbuhan KPR untuk rumah tapak murah dan komersial ukuran di atas 70 meter.

Baca juga:
Lippo Cikarang Selesaikan Pembangunan 2 Tower Apartemen Premium di Meikarta
Pemerintah Diminta Contoh Singapura Soal Kepemilikan Properti Asing
Ini Solusi Agar Milenial Tertarik Investasi Properti
Konsumen Kaya Lebih Suka Membeli Properti Tunai
Peminat Properti Disarankan Lakukan Pembelian Tahun ini, Berikut Alasannya
Penjualan Rumah Bekas di 2018 Meningkat, Paling Banyak di Jabodetabek

(mdk/idr)