BI Beberkan Penyumbang Inflasi Oktober 2019

UANG | 1 November 2019 14:43 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama bulan Oktober 2019 terjadi inflasi sebesar 0,02 persen. Sementara inflasi tahun kalender dari Januari-Oktober 2019 sebesar 2,22 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun sebesar 3,13 persen.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, inflasi ini lebih rendah dari Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan BI. Menurutnya, inflasi bulan Oktober 2019 disumbang oleh kenaikan harga beberapa komoditas.

"Sumber-sumbernya sih hampir sama seperti daging ayam ras dan seterusnya dalam konteks yang memang lebih tinggi dari SPH kami, begitu juga untuk yang rumah tinggal," kata Perry di Masjid Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat (1/11).

Sementara itu, beberapa komoditi lainnya ada yang deflasi yaitu cabai. Hal ini kata dia, menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga.

"Tapi intinya dari situ bahwa inflasi rendah dan terkendali dan ini mendukung terjaganya daya beli masyarakat dengan harga-harga yang terkendali ini," ujarnya.

Oleh karena itu, dia optimis inflasi di akhir tahun masih akan sesuai target. "Juga mengonfirmasi perkiraan Bank Indonesia pada akhir tahun ini insya Allah inflasi akan di bawah titik tengah sasaran 3,5 persen," tutupnya.

Sebelumnya, harga daging ayam di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan terpantau naik sebesar Rp3.000 dari harga Rp20.000 per kilogram (kg) menjadi Rp23.000 per kg. Salah satu penjual daging ayam, Abe mengatakan, harga tersebut naik terpengaruh oleh kurangnya air sehingga biaya produksi dinaikkan. Sementara itu, dari sisi pasokan, Abe mengaku pasokan ayam masih mencukupi.

Pedagang berharap harga ayam bisa turun lagi agar penjualan di pasaran laku, dan konsumen tidak merasa keberatan.

"Kalo lagi naik kita kadang rugi soalnya yang minat dikit. Ya kita mau turun saja lah itu harga ayam tidak usah naik-naik lagi," kata Abe saat diwawancarai Merdeka.com, Kamis (31/10). (mdk/azz)

Baca juga:
Indeks Harga Grosir Naik 0,02 Persen di Oktober 2019
Harga Gabah dan Beras di Penggilingan Naik di Oktober 2019
Oktober 2019, Nilai Tukar Petani Naik 0,16 Persen
Penurunan Harga Pangan Jadi Pemicu Inflasi Oktober Capai 0,02 Persen
Oktober 2019 Alami Inflasi Capai 0,02 Persen
Jakarta Alami Deflasi 0,04 Persen di Bulan September

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.