BI Gandeng BPS Hitung PDB Halal Indonesia

UANG | 12 November 2019 17:01 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) sedang menghitung PDB Indonesia yang sesuai syariah, alias PDB halal. Perkiraan terkini, 80 persen PDB Indonesia sudah sesuai syariah.

"Sekarang BPS, BI, sedang melakukan perhitungan berapa PDB syariah. Berapa pertumbuhan yang berasal dari ekonomi syariah. Sedang dihitung. Tapi roughly dihitunglah oleh Bank sentral oleh BI ya seperti tadi (80 persen)," ucap Deputi Gubernur BI Dody Waluyo, dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival ke-6 di Jakarta, Selasa (12/11).

Produk-produk yang sesuai syariah tersebut dihitung berdasarkan mengurangi kontribusi dari produk-produk yang tak sesuai ekonomi syariah. Contohnya seperti minuman keras, senjata api, dan perjudian.

Sebagai informasi, sistem keuangan syariah tak membolehkan investasi atau pembiayaan pada senjata api serta tembakau.

Meski demikian, dia masih belum bisa memastikan apakah akan ada pengumuman khusus PDB halal yang berbeda dari PDB yang seperti biasa. Menurutnya, BI mengembangkan ekonomi syariah karena melihat sistem ini juga bisa memberi kontribusi pada perekonomian nasional.

"Kok BI berpikiran mengembangkan ekonomi keuangan syariah? Ujung-ujungnya harus dilihat bahwa itu bagian BI untuk mencapai mandat kita di kestabilan harga dan inflasi," tandasnya.

1 dari 1 halaman

80 Persen PDB Indonesia Sesuai dengan Syariat Islam

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo mengatakan, 80 persen Produk Domestik Bruto (PDB) telah memenuhi prinsip-prinsip ekonomi syariah (eksyar). Saat ini, PDB Indonesia tercatat sekitar USD 1 triliun atau setara dengan Rp14,04 triliun.

Ini artinya ekonomi Indonesia sebesar Rp11.200 triliun sejalan dengan konsep ekonomi Islam. "Terkait Indonesia, dengan PDB USD 1 triliun, ukuran ekonomi Islam adalah 80 persen," kata dia, di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (12/11).

Meskipun besar, Dody tidak menyangkal bahwa Indonesia masih menjadi konsumen produk halal di pasar global. Karena itu, pemerintah bersama BI meluncurkan berbagai inisiatif untuk mengembangkan pasar halal. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia mempunyai modal yang besar untuk mengembangkan eksyar.

"Tidak hanya peningkatan pembiayaan usaha syariah tapi juga bagaimana mengembangkan ekonomi syariah bagi Indonesia, karena pasar dan permintaan produk halal tinggi. Oleh karena ini menjadi waktunya bagi kita untuk produksi apa yang dibutuhkan pasar," ujarnya.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
80 Persen PDB Indonesia Sesuai dengan Syariat Islam
Pemerintah Optimalkan 16.000 Pulau Kecil Genjot Pertumbuhan Ekonomi
BI: Ketidakpastian Global Berlanjut Tahun Depan, Hampir Semua Ekonomi Negara Melambat
Jaga Pertumbuhan Ekonomi 2019 di 5 Persen, Pemerintah Diminta Lakukan ini
Layanan Nonton Film Streaming Salah Satu Penyebab Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi RI
Proses Izin Berbelit-belit Hingga Aturan Pajak Buat Investor Ogah Masuk Indonesia