BI Gencarkan Transaksi di Pasar Tradisional Menggunakan QR Code

UANG | 15 Oktober 2019 18:13 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) akan mendorong transaksi QR Code hingga ke pasar-pasar tradisional. Penggunaan metode pembayaran digital tersebut bertujuan mengenalkan sekaligus meningkatkan literasi keuangan hingga ke lapisan masyarakat di pasar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, mengatakan pasar tradisional akan disasar untuk menggunakan metode QR Code milik pemerintah yaitu QRIS.

"Penjual di pasar‎ tradisional, dia akan mengisikan uangnya di situ (QRIS)," ucapnya dalam Konferensi Pers Bulan Inklusi Keuangan di Restoran Madame Delima, Jakarta, Selasa (15/10).

Onny melanjutkan, pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi. Termasuk sosialisasi hingga ke kalangan mahasiswa serta anak-anak sekolah.

"Anak-anak sekolah dan kuliah juga. Uang di sana jadi pindah ke saving‎. Kita programnya besar-besaran di 2 segmen itu‎," kata Onny.

Selain itu, dia juga bilang seluruh sistem pembayaran online telah sepakat mengikuti aturan QRIS. Dengan adanya QRIS, nantinya platform dompet digital seperti GoPay, OVO, hingga LinkAja akan menggunakan teknologi QRIS.

"Kita cukup punya 1 sistem, sekarang orang mungkin punya semua seperti GoPay, OVO, LinkAja, Dana karena masing-masing punya eksklusivitas sendiri. Nanti 1 QRIS bisa dipakai di semua tempat," jelasnya.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

Baca juga:
MRT Jakarta Seleksi Mitra Penyedia QR Code untuk Pembayaran Tiket
Bank Indonesia Target Gopay Hingga LinkAja Terapkan QRIS Mulai 1 Januari 2020
Gubernur BI: Ke Depan QR Code Bisa untuk Beli Kebutuhan Sehari-hari
GoPay Siap Implementasikan Standar Acuan Pembayaran BI
Pantau Pergerakan Orang Asing, Imigrasi Kembangkan QR Code untuk Dipasang di Paspor
Strategi BI Jaga Nasib Uang Kertas di Tengah Perkembangan Pembayaran Nontunai
Bank Indonesia Luncurkan Standardisasi QR Code, Implementasi Mulai Semester II 2019

(mdk/bim)