BI: Inovasi Fintech Jangan Kebablasan dan Harus Hati-Hati

UANG | 23 September 2019 17:15 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengingatkan agar inovasi di dunia fintech tidak kebablasan. Dia meminta agar pengusaha fintech tetap meningkatkan perlindungan konsumen, dan tetap berhati-hati terhadap tindak kriminal pencucian uang dan terorisme.

"Fintech meng-create inovasi, tetapi inovasi tidak boleh kebablasan. Harus ada kehati-hatian, sehingga kita harus membalancing antara kehati-hatian dan inovasi, termasuk juga customer protection karena ini menjadi concern, lalu anti money laundering, dan juga terrorism," ucap dia di ajang Indonesia Fintech & Summit Expo 2019, di Jakarta, Senin (23/9).

Meski menyebut inovasi jangan kebablasan, Filianingsih menolak jika dirinya disebut membatasi inovasi fintech. Pihaknya sebagai otoritas hanya ingin inovasi keuangan digital bersifat hati-hati karena menyangkut keuangan masyarakat.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar perkembangan fintech harus mengutamakan kepentingan nasional. Dia tak mau jika Indonesia hanya menjadi pekerja di negara sendiri.

"Artinya kalau kita kerja sama dengan pihak lain, maka harus saling menguntungkan buat kita. Jangan cuma kita jadi pekerja di rumah sendiri. Kita harus jadi tuan rumah di rumah sendiri. Enggak ada tempat yang semenarik Indonesia, ibaratnya kita itu gadis cantik, remaja, yang banyak mengincar. Jadi harus menjaga national interest," ujarnya.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
OJK Tutup 1.300 Fintech Ilegal
Bank Indonesia Contek India dan China Kelola Data Pengguna Fintech
Bos OJK Kaget Ada Orang Pinjam Online 20 Kali dalam Semalam
OJK Atur Kode Etik untuk Perusahaan dan Konsumen Fintech
Dukung Perkembangan Ekonomi Digital, BI Permudah Perizinan Fintech
Menko Darmin Harap Fintech Bisa Rambah ke Daerah Terpencil

(mdk/azz)