BI Sebut Digitalisasi Wujudkan Cita-Cita RI Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi

BI Sebut Digitalisasi Wujudkan Cita-Cita RI Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
UANG | 29 Oktober 2020 16:30 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Sugeng, mengakui untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi butuh perjalanan panjang dan penuh tantangan. Dirinya pun tak ingin Indonesia terjebak dalam status negara berpenghasilan menengah atau kerap disebut jebakan berpenghasilan menengah.

"Masih perjalanan panjang dan menantang untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi," kata Sugeng dalam acara ISEF, Kamis (29/10).

Dia mengatakan, salah satu upaya untuk bisa mendorong dan mengejar cita-cita Indonesia menjadi negara maju di 2045, dibutuhkan peran digitalisasi. Setidaknya, melalui digitalisasi akan menaikan level Indonesia.

"Dengan demikian, digitalisasi bisa menjadi salah satu pendorong utama bagi Indonesia untuk naik level," katanya.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki visi yang besar untuk menjadi negara maju pada tahun 2045. Dalam konteks ini, Indonesia maju diartikan sebagai negara berpenghasilan tinggi. Sementara, saat ini Indonesia termasuk dalam negara berpenghasilan menengah ke atas dengan pendapatan nasional bruto sebesar USD 4.050.

Baca Selanjutnya: Presiden Jokowi Sebut Infrastruktur Kunci...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami