BI Rate dan LTV bikin kinerja perusahaan properti melambat

UANG | 16 Desember 2013 13:36 Reporter : Sri Wiyanti

Merdeka.com - Kenaikan BI Rate dan pengetatan kebijakan rasio pinjaman terhadap aset (LTV) bagi rumah kedua ke atas, mulai terasa dampaknya. Kinerja perusahaan properti mulai terpengaruh dua kebijakan bank sentral itu.

Direktur Pemeringkatan PT Pefindo, Vonny Widjaja, mengatakan, perusahaan properti mengalami perlambatan pertumbuhan setelah berlakunya kedua kebijakan itu.

"Untuk perusahaan properti memang pertumbuhannya akan melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Vonny di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (16/12).

Meski mengalami perlambatan, lanjut Vonny, Pefindo tidak langsung menurunkan peringkat utang perusahaan-perusahaan properti tersebut. Menurut Vonny, Pefindo harus mengkaji terlebih dahulu kinerja perusahaan, utamanya rasio utang perseroan.

"Kita lihat tingkat utang mereka seperti apa, kalau punya utang yang cukup tinggi dan performanya akan memburuk, bisa diturunkan ratingnya," ungkap Vonny.

Hingga saat ini, lanjut Vonny, Pefindo belum mendapat sinyal perusahaan yang berkinerja buruk dan berindikasi diturunkan peringkatnya. "Belum ada yang ratingnya berubah, tapi setiap kebijakan baru kita selalu menganalisa terhadap perusahaan yang menerbitkan obligasi," tutup Vonny.

Baca juga:
BI Rate cermin gaya kepemimpinan Agus Marto
BI Rate bertahan, Agus Marto pesan jangan lengah
Jangan terjebak proses stabilisasi inflasi
BI Rate diproyeksi stagnan di 7,5 persen sepanjang tahun depan
Keputusan BI pertahankan BI Rate bantu pemerintah jaga inflas

(mdk/noe)

TOPIK TERKAIT