BI: Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Terpuruk di Regional karena Masalah Domestik

BI: Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Terpuruk di Regional karena Masalah Domestik
UANG | 3 Juli 2020 13:39 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Nilai tuka Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat atau USD terus melemah. Mengutip data Bloomberg, kurs Rupiah saat ini berada di level Rp14.569 per USD.

Bank Indonesia mengatakan, isu gelombang kedua penyebaran Covid-19 di Tanah Air menjadi salah satu indikator yang membuat nilai tukar Rupiah tertekan sejak tiga hari terakhir.

"Dua-tiga hari terakhir ini pada saat global relatif tenang, ternyata Rupiah menjadi salah satu mata uang yang terpuruk di regional karena masalah domestik," kata Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo dalam webinar dikutip Antara di Jakarta, Jumat (3/7).

Menurut dia, isu di dalam negeri lainnya yang membuat Rupiah tertekan adalah terkait pembagian beban dalam penyelamatan ekonomi atau burden sharing. "Ini berakibat kemudian Rupiah sampai pagi ini tertekan," imbuh Dody.

Dia menjelaskan, menstabilkan nilai tukar Rupiah bukanlah perkara mudah karena berhadapan dengan ekspektasi dan kepercayaan pasar. Kondisi itu, menuntut BI untuk merespons cepat agar stabilisasi nilai tukar rupiah dapat dilakukan dengan mulus.

Baca Selanjutnya: Jaga Kepercayaan Pasar...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami