BI Sebut Nilai Tukar Rupiah Masih Melemah, Ini Penyebabnya

BI Sebut Nilai Tukar Rupiah Masih Melemah, Ini Penyebabnya
Rupiah. ©2013 Merdeka.com
EKONOMI | 2 Juni 2021 14:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa nilai tukar rupiah masih melemah (undervalued) terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Namun tetap ada berbagai potensi untuk menguatkan rupiah.

"Apakah nilai tukar kita masih undervalued secara fundamental? iya karena inflasi kita rendah, defisit transaksi berjalan rendah, dan juga ekonomi kita yang membaik," jelas Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada Rabu (2/6).

Kendati demikian, ada potensi-potensi nilai tukar menguat. Namun juga ada ketidakpastian dan risiko tekanan nilai tukar dari sisi global, termasuk kenaikan US treasury yield.

"Kami akan terus melakukan stabilitas nilai tukar rupiah, dan ini juga didukung oleh cadangan devisa kami yang akhir bulan lalu adalah USD 138,8 miliar," tutur Perry.

Secara keseluruhan, BI memproyeksikan nilai tukar rupiah pada tahun ini berada di level Rp 14.200 - Rp 14.600. Kemudian diprediksi akan terus menguat pada tahun depan.

"Untuk nilai tukar di 2022, kami prediksi di kisaran Rp 14.100 sampai dengan Rp 14.500. Masih menguat dari 2021 karena ketidakpastian global itu penguatannya memang tidak seperti mengarah betul kepada fundamental," ungkap Perry.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Rupiah Bergerak Menguat Seiring Membaiknya Selera Risiko Investor
Bank Indonesia: Dibanding Negara Lain, Nilai Tukar Rupiah Cukup Stabil
2022, Bank Indonesia Waspadai Dampak Pengetatan Likuiditas The Fed
Menteri Sri Mulyani Proyeksi Gerak Rupiah Akan Terus Menguat, ini Alasannya
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp14.280 per USD
Kurs Rupiah Berpotensi Menguat Dipicu Kabar Masuknya Aliran Dana Asing Rp6,13 Triliun

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami