BI: Selama Jadi Negara Berkembang, Indonesia Butuh Modal Asing

UANG | 9 Desember 2019 13:04 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa defisit transaksi berjalan bisa surplus saat Indonesia sudah menjadi negara maju. Sebab, saat itu dengan pendapatan per kapita yang tinggi, Indonesia bisa membiayai pembangunannya sendiri tanpa bergantung besar pada modal ataupun barang asing.

"Selama masih menjadi negara berkembang, Indonesia akan tetap membutuhkan modal asing," ujar Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Endy Dwi Tjahjono saat ditemui di Labuan Bajo, Senin (9/12).

Saat ini, pemerintah sudah berada di jalur yang tepat terkait kebijakannya dalam mengatasi defisit transaksi berjalan. Di antaranya menggalakkan program biodiesel dengan target B100 bertujuan menekan impor migas, memproduksi sendiri baterai mobil listrik, dan lain sebagainya.

"Kita punya nikel besar. Kalau itu bisa berhasil maka RI akan menjadi pusat produksi baterai listrik. Ketiga tentu produksi dari mobil listriknya sendiri. Mudah-mudahan ke depan kalau bisa menjadi pusat mobil listrik itu bisa membantu," tuturnya.

1 dari 1 halaman

Upaya Pemerintah Tahan Defisit Sudah Benar

SVP Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto menambahkan upaya pemerintah dalam memajukan industri pariwisata sudah benar. Selain biodiesel, industri pariwisata menjadi salah satu alat efektif dalam memperbaiki defisit transaksi berjalan karena mendatangkan devisa.

"Catatan Bank Dunia itu manage your natural asset itu bicara wisata atau tourism," ucapnya.

Selain itu, cara lain yang bisa dilakukan ialah memperbaiki sektor jasa Tanah Air. Salah satunya dengan mendatangkan diaspora untuk bekerja di Indonesia alih-alih mempekerjakan pekerja asing.

"Optimalkan SDM domestik. Diaspora suruh pulang sehingga tidak perlu bayar upah pakai Dolar," tuturnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Ekonom: Masyarakat Kerap Khawatir Lihat Utang RI Rp5.000 Triliun, Ini Salah Persepsi
5 Tips dan Trik Hadapi Debt Collector dari Polisi, Dijamin Ampuh
Pemerintah Berencana Lakukan Front Loading SBN di 2020
Kisah Konglomerat Asal China, Punya Utang Banyak Tapi Jadi Miliarder
Sri Mulyani Batal Lelang Dua Surat Utang Negara
Pemerintah Minta Masyarakat Jangan Pandang Negatif Terhadap Utang

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.