BI Target Pertumbuhan Kredit Perbankan Tahun Depan Capai 12 Persen

BI Target Pertumbuhan Kredit Perbankan Tahun Depan Capai 12 Persen
UANG | 19 Desember 2019 18:55 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan pada 2020 sebesar 10 hingga 12 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, ada beberapa faktor pendorong yang membuat kredit diprediksi tumbuh tahun depan.

"Kondisi global yang membaik, perbaikan ekspor, perbaikan investasi dan kebijakan BI yang akomodatif mendorong pertumbuhan kredit sekaligus pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam paparan Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di gedung BI, Kamis (19/12).

Sementara, pada akhir tahun ini, pertumbuhan kredit diproyeksi hanya menyentuh angka 8 persen, ditopang dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8 persen.

Perry melanjutkan, pertumbuhan kredit 8 persen pada tahun ini menunjukkan siklus keuangan Indonesia masih di bawah optimal. "Permintaan kredit belum kuat, meski dari sisi supply, likuiditas atau kapasitas perbankan sudah ada perbaikan," ujar Perry.

Ke depan, perbankan diprediksi lebih siap dalam menyalurkan kredit sehingga permintaan kredit akan meningkat pula.

1 dari 1 halaman

Kredit Macet Meningkat

meningkat rev1

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui rasio kredit bermasalah (NPL/non performing loan) perbankan dalam negeri mengalami peningkatan di saat penyaluran kredit melambat.

Sesuai dengan Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Desember 2019, NPL perbankan pada Oktober meningkat jadi 2,73 persen (gross) dan 1,25 persen (nett).

"NPL memang secara gross dan nett kami pandang masih rendah, ternyata grossnya ini sedikit meningkat tapi nettnya tetap rendah," ujar Perry di Gedung BI, Kamis (19/12).

Perry menerangkan, meningkatnya NPL gross disebabkan dengan kondisi perusahaan yang masih belum mau melakukan ekspansi.

"Tapi, dengan NPL nett yang masih rendah, dipastikan perbankan membentuk cadangan yang cukup untuk resiko NPL ini," imbuh Perry.

Sebagai informasi, NPL pada Oktober 2019 meningkat dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,66 persen (gross) atau 1,18 persen (net). NPL pada Oktober 2019 juga merupakan posisi tertinggi sepanjang 2019.

Sementara, penyaluran kredit juga tumbuh melambat pada Oktober 2019, yakni hanya 6,53 persen. Sebelumnya, pertumbuhan kredit berada di angka 7,89 persen. (mdk/idr)

Baca juga:
Data BI: Kredit Macet Meningkat & Penyaluran Pembiayaan Perbankan Melambat
Bank Mandiri Perketat Syarat Pembiayaan di Sektor Pertambangan dan Energi
Ekonomi Global Melambat, Bank Mandiri Turunkan Target Pertumbuhan Kredit di 2020
Oktober 2019, OJK Catat Pertumbuhan Kredit Melambat Capai 6,53 Persen
Bank Mandiri Taspen Jaga Angka Kredit Macet di 0,63 Persen
BI Catat Pertumbuhan Kredit Bank di September Turun Menjadi 7,89 Persen, ini Sebabnya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami