BI yakin daya beli masyarakat terus naik seiring turunnya suku bunga acuan

BI yakin daya beli masyarakat terus naik seiring turunnya suku bunga acuan
UANG | 28 Agustus 2017 09:57 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Bank Indonesia memprediksi daya beli masyarakat akan terus naik hingga akhir tahun ini. Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 25 basis poin dari 4,75 persen menjadi 4,50 persen menjadi salah satu pendukung kenaikan daya beli masyarakat tersebut.

"Dengan kita menurunkan suku bunga, itu juga berpengaruh positif ke konsumsi masyarakat. Jadi seharusnya, konsumsi akan membaik di semester II-2017 ini," ujar Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dodi Budi Waluyo di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Minggu (27/8) malam.

Dodi mengatakan, daya beli masyarakat juga didukung oleh sektor fiskal yang akan melakukan ekspansi, sehingga belanja dan konsumsi akan besar. "Itu berarti positif kepada daya beli," katanya.

Melihat peran kedua hal tersebut terhadap peningkatan daya beli, Bank Indonesia yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester ke II lebih baik dibandingkan semester I-2017. Pertumbuhan ekonomi diprediksi dapat mencapai 5,1 persen secara year on year.

"Oleh karena itu kita agak yakin semester II pertumbuhan ekonominya lebih baik dari semester I. Keseluruhan tahunnya 5,1 persen," pungkasnya. (mdk/idr)


Ini penjelasan Ramayana soal penutupan 8 gerai di seluruh Indonesia
Strategi Bank Mandiri sikapi perlambatan daya beli masyarakat RI
Masalah daya beli masyarakat, Andrinof nilai akibat menteri Jokowi tak kompak
Mendag sebut semua pendapatan ritel naik, tak ada daya beli menurun
Jaga daya beli masyarakat 2018, Jokowi anggarkan subsidi di pos ini

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami