Biaya Tiap Mendarat Satu Pesawat Sekitar Rp60 Juta, Disetor Menjadi PNBP

Biaya Tiap Mendarat Satu Pesawat Sekitar Rp60 Juta, Disetor Menjadi PNBP
UANG | 13 Februari 2020 11:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menunggu putusan Kementerian Keuangan terkait pengurangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk insentif maskapai penerbangan terkait virus corona. Salah satu insentif yang akan diberikan rencananya pengurangan biaya pendaratan yang saat ini berkisar di Rp60 juta.

"PNBP diusulkan oleh Kemenkeu. Kewenangan untuk mengurangi dan meniadakan di Kemenkeu. Bentuk insentifnya akan seperti apa, apakah pengurangan biaya landas, nanti diomongin. PNBP itu pengurangan kalau pesawat itu mendaratnya kan kena biaya," kata Menhub Budi saat ditemui setelah acara Sarasehan Anti Korupsi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (13/2).

Menurut Menhub Budi, insentif ini sebagai bentuk menangkal dampak dari virus corona pada ekonomi Indonesia. Dirinya berharap putusan insentif biaya mendarat ini bisa segera diumumkan.

"Karena yang mempunyai kewenangan untuk menetapkan dikurangi atau ditiadakan adalah kementerian keuangan," ungkapnya.

Namun, dirinya mengaku belum tahu persis pengurangan biaya landas akan diberlakukan kepada seluruh maskapai penerbangan, atau tidak. Selain itu, menurutnya insentif untuk menangkal dampak virus corona direncanakan banyak wujudnya. Tidak hanya sebatas pengurangan biaya landas saja.

"Kita minta kerjasama dengan hotel atau kerjasama dengan yang lain. Akhir minggu ini atau awal minggu depan difinalkan baru kita laporkan ke presiden hari selasa," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Tangkal Dampak Virus Corona, Pemerintah Minta Maskapai dan Hotel Sebar Tarif Murah

virus corona pemerintah minta maskapai dan hotel sebar tarif murah rev1

Pemerintah mendorong seluruh stakeholder terkait untuk memberikan insentif kepada maskapai penerbangan sebagai tindak lanjut dampak penyebaran virus Corona (COVID-19). Pemerintah juga menganjurkan hotel memberikan tarif-tarif yang lebih baik, serta membuat kegiatan-kegiatan di tempat tujuan destinasi.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mendorong pemberian insentif, kemudahan, dan tarif-tarif yang lebih murah, ke tiga destinasi yang banyak dituju masyarakat Tiongkok yakni Bali, Manado, dan Kepri. Tujuannya supaya daerah-daerah itu tetap ramai dan diharapkan industri penerbangan serta perhotelan dapat bertahan menghadapi dampak virus Corona.

"Contoh insentif dari Pemerintah kepada maskapai misalnya: PNBP akan kita kurangi, kemudian API dan AP II mengurangi landing fee, diskon sewa ruangan, dan sebagainya. Jadi pemerintah, operator bandara, maskapai, hotel harus sama-sama memberikan insentif. Tidak mungkin pemerintah melakukan sendiri. Hal ini dilakukan untuk menggenjot sektor pariwisata. Supaya orang tetap punya keinginan untuk berlibur," ujar Menhub Budi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (13/2).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, dalam setahun, China menyumbang 2 juta wisatawan dengan total devisa USD 2,8 miliar. Menurutnya, dalam menyikapi hal ini, harus dipikirkan secara komprehensif supaya dapat bertahan dalam tantangan menghadapi virus Corona.

"Tidak mudah tetapi kita harus lakukan yang terbaik."

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Rusia Kirim Bantuan 2 Juta Masker ke China & Kerjasama Kembangkan Vaksin Virus Corona
Dinkes Lacak Jejak WN China Positif Corona Selama Berada di Bali
Angka Kematian Akibat Virus Corona di China Meningkat Jadi 1.300
Tangkal Dampak Virus Corona, Pemerintah Minta Maskapai dan Hotel Sebar Tarif Murah
Geliat Wisata di Pattaya Lesu Akibat Virus Corona
Wabah Corona di Singapura Meluas, RI Belum Mau Tutup Penerbangan
Diduga Terjangkit Virus Corona, Satu Warga Tanimbar di Karantina di RSUD Magretti

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami