Biayai pembangunan LRT, Adhi Karya terbitkan obligasi Rp 3,5 triliun

UANG | 10 Maret 2017 19:05 Reporter : Faiq Hidayat

Merdeka.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) akan menerbitkan obligasi (surat utang) senilai Rp 3,5 triliun pada semester II 2017. Dana hasil obligasi akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek proyek light rail train (LRT) pada tahun 2017.

"Obligasi sebesar Rp 3,5 triliun 2017 merupakan bagian dari penerbitan umum berkelanjutan. Pada tahun berikutnya (2018) akan diterbitkan sebesar Rp 1,5 triliun," kata Direktur Keuangan Adhi Karya, Harris gunawan, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ADHI, di Jakarta, Jumat (10/3).

Proses penerbitan obligasi sedang berlangsung dengan menunjuk penjamin emisi (joint lead underwriter) yaitu Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, BCA Sekuritas. "Obligasi yang diterbitkan berjangka waktu 7 tahun. Bunga obligasi indikatif masih dalam penghitungan," ucapnya.

Harris menambahkan, obligasi tersebut masih dalam proses rating oleh lembaga peringkat Pefindo. Saat ini, ADHI ditunjuk sebagai kontraktor LRT Jabodebek dengan total nilai kontrak sebesar Rp 19,5 triliun. Sebesar 30 persen di antaranya dibiayai oleh ADHI atau sekitar Rp 6 triliun.

"Sebesar Rp 1,4 triliun sudah dipenuhi dari Penyertaan Modal Negara (PMN), sisanya sekitar Rp 4,6 triliun," ujarnya.

Sebesar 40 persen dari Rp 4,6 trilun akan dibiayai dari penerbitan obligasi, selebihnya dari pinjaman perbankan. "Kami sedang menjajaki pinjaman dari Bank BUMN, Mandiri, BNI, BRI, termasuk dari Sarana Multi Infrastruktur," katanya.

Hingga Februari 2017, ADHI membukukan kontrak baru sebesar Rp 21 triliun, meliputi proyek LRT Jabodebek Rp 19,5 triliun, TBS Asia senilai Rp 250 miliar, pembangunan pabrik obat (Pharma II) PT Kimiar Farma sebesar Rp 117,2 miliar.

Baca juga:
Adhi Karya siapkan dana Rp 7 triliun bangun LRT
Kontrak LRT Jabodebek akhirnya ditandatangani
Malaysia belajar bangun LRT dari BUMN Indonesia
Tak mampu bereskan proyek Pasar Klewer, PT Adhi Karya kena denda
Didampingi ibu, Pandu Wijaya sowan dan minta maaf pada Gus Mus

(mdk/idr)