Bio Farma Habiskan Dana Capex dan Opex untuk Penanganan Covid-19

Bio Farma Habiskan Dana Capex dan Opex untuk Penanganan Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2020 REUTERS
UANG | 5 Oktober 2020 14:07 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi VI DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Holding BUMN Farmasi untuk membahas rencana investasi dan operasional empat perusahaan BUMN farmasi sepanjang tahun ini.

Sepanjang semester 1-2020, Direktur utama Bio Farma, Honesti Basyir mencatat operational expenditure (opex) Bio Farma mencapai Rp263 miliar. Penggunaannya paling banyak adalah untuk penanganan covid-19.

“Opex paling banyak untuk pengembangan vaksin kalau di biofarma. Dari pengadaan bahan bakunya, untuk uji klinis, lisensi, teknologi transfer dan nanti juga biaya yang kita butuhkan untuk CSR,” kata sia, Senin (5/10).

Rinciannya, untuk uji klinis SaraCOv - Sinovac Rp22,5 miliar, lisensi produk Covid-19 Rp96,5 miliar, pengembangan plasma convalesces Rp5,2 miliar.

Sementara, capex tercatat sebesar Rp152 miliar sampai dengan semester 1-2020. "Capex sendiri sekarang kita coba berikan untuk pengembangan produk penanganan covid-19 seperti PCR, reagen jadi dan juga untuk lab," kata Honesti.

"Sementara kapasitas produksi untuk vaksin sendiri kami tidak butuh investasi lagi" sambung dia.
Adapun rinciannya, untuk Mobile Lab BSL sebesar Rp3,64 miliar, dan fasilitas produksi PCR Rp30 miliar.

Baca Selanjutnya: Vaksin Kedua...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami