Biodiesel Dinilai Bukan Solusi Kurangi Defisit Perdagangan Bidang Energi

Biodiesel Dinilai Bukan Solusi Kurangi Defisit Perdagangan Bidang Energi
Ekonom senior INDEF Faisal Basri. ©2019 Merdeka.com/Anggun P Situmorang
EKONOMI | 31 Agustus 2020 12:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ekonom Senior Faisal Basri mengatakan biodiesel bukan solusi untuk menghemat dan mengurangi defisit perdagangan energi Indonesia. Menurutnya, salah satu tujuan pengembangan biodiesel adalah untuk menekan impor minyak, sehingga memperbaiki transaksi perdagangan dan current account defisit. Namun, kenyataannya justru bertolak belakang.

"Untuk menghemat, agar uang kita tidak terlalu banyak untuk mengimpor maka diperkenalkan biodiesel. Itung-itungan kami berdasarkan opportunity cost boro-boro menghemat dan mengurangi defisit perdagangan, akibat dari kebijakan biofuel ini malahan naik defisit perdagangannya, dari tahun 2018 Rp 72,1 triliun, dan 2019 Rp 85,2 triliun, jadi tidak benar kalau biofuel itu membantu neraca perdagangan," jelas Faisal dalam diskusi bersama dengan Komisi VI DPR RI, secara virtual di Jakarta, Senin (31/8).

Selain itu, petani sawit sangat dirugikan karena harga sawit ditingkat petani semakin tertekan, pengusaha biodiesel menikmati rente (zero sum game). "Jadi petani penderita keuntungannya diambil pengusaha biodiesel," ujarnya.

Dia menjelaskan, subsidi beralih dari Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi subsidi Biodiesel. Dana BPDPKS bulan depan habis, akibatnya subsidi sudah dianggarkan tahun ini untuk program B30 sebesar Rp 2,78 triliun menjadi atas nama pandemi.

"Pandemi dijadikan alat memberikan subsidi untuk biofuel karena dana BPDPKS nya habis," ujarnya.

Maka menurutnya butuh tambahan lahan sekitar 5 juta hektar untuk merealisasikan program B30 dan B40. "Lahan darimana lagi, lahan di Indonesia sudah habis," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Petani Kelapa Sawit Diharapkan Bisa Ikut dalam Rantai Pasok Biodiesel
Program B30 Potensi Timbulkan Ketergantungan Impor Kelapa Sawit
Proses Pembuatan Biodiesel Potensi Ciptakan Emisi Tinggi
Harga FAME Mahal Jadi Kendala Penerapan B30 di 2020 dan 2021
Menperin Sebut Teknologi Produksi Biofuel Indonesia Kini Menjadi Referensi Dunia
Juli 2020, Harga Indeks Pasar Biodiesel Naik Jadi Rp7.321 per Liter

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami