Bisnis Terdampak Virus Corona, Pengusaha Tekstil Tak PHK Karyawan

Bisnis Terdampak Virus Corona, Pengusaha Tekstil Tak PHK Karyawan
UANG | 23 Maret 2020 19:42 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 yang semakin merebak di Indonesia berdampak pada pelemahan ekonomi. Kondisi ini dirasakan langsung pelaku usaha di berbagai sektor industri, termasuk tekstil dan produk tekstil (TPT).

Melihat riwayat terdahulu, Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK tampaknya menjadi salah satu cara agar sebuah perusahaan tetap mampu bertahan di tengah pelemahan ekonomi. Salah satunya disebabkan pandemi virus corona saat ini.

Namun, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyatakan bahwa industri tekstil dalam negeri saat ini masih beroperasi penuh, dan belum ada perusahaan yang merumahkan karyawannya.

"Masalah PHK sampai hari ini industri tekstil anggota kita yang kita pantau saat ini masih berjalan full," ujar Ketua Umum API Jemmy Kartiwa dalam sesi teleconference, Senin (23/3).

Akan tetapi, Jemmy melihat perkembangan virus corona dan dampaknya terhadap sektor perindustrian semakin cepat tiap harinya. Menangkal situasi ini, API terus memantau dampak virus corona terhadap pangsa pasar dalam negeri.

"Kalau untuk yang ekspor sudah mulai ada yang hold delivery. Ya ini kita lihat sejauh kemampuan teman-teman stoknya gimana, cashflow (arus kas) gimana," sambung dia.

Kendati begitu, dia dan pengusaha tekstil lainnya terus berusaha agar posisi karyawan masih aman dari PHK dalam situasi darurat akibat virus corona saat ini.

"Memang PHK ini sangat dilematis, dan kita sebagai anggota API sangat hindari terjadinya PHK. Sampai hari ini semua masih jalan full," tukas Jemmy.

Baca Selanjutnya: Minta Penundaan Bayar Tagihan Listrik...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami