BKPM Lanjutkan Investasi Malindo Di Lampung, Setelah Enam Tahun Mangkrak

BKPM Lanjutkan Investasi Malindo Di Lampung, Setelah Enam Tahun Mangkrak
UANG | 20 Juni 2020 09:40 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan PT Malindo Feedmill Tbk segera membangun pabriknya di Lampung, dengan nilai investasi mencapai Rp1,1 triliun. Sebelumnya, proyek ini diketahui mangkrak selama enam tahun akibat masalah pembebasan lahan.

"Kita persilahkan Malindo membangun pabriknya. Ini penyelesaian kasus investasi mangkrak yang sangat cepat. Sebelum COVID-19, kami dapat laporan, tim kemudian selesaikan di lapangan. Ini adalah hasil kerja sama yang solid antara BKPM, Pemprov (Pemerintah Provinsi) Lampung, BPN (Badan Pertanahan Nasional), dan Kejaksaan Agung. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Jaksa Agung yang telah mendukung penuh BKPM," ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/6).

Dia menjelaskan masalah lahan menjadi hambatan Malindo sejak 2014. Hal ini berdampak pada kesulitan perusahaan ketika akan membangun pabrik berikutnya.

Namun, BKPM baru mendapatkan laporan di bulan Maret 2020. Kemudian, pihaknya segera melakukan rapat pada 22 April 2020 untuk membahas permasalahan Malindo ini. Alhasil, pihak Kejaksaan merespon secara cepat dan menyatakan lahan tersebut tidak bermasalah lagi.

"PT. Malindo Feedmill Tbk (MF) telah memiliki NIB: 8120001761284 tanggal 28 Februari 2020 bergerak di bidang usaha industri ransum makanan hewan. Pihak Kejaksaan sudah menyatakan secara resmi tidak ada masalah soal lahan tersebut. Jadi, Malindo sudah bisa melanjutkan realisasi investasinya," paparnya

Sementara itu, Direktur Pengendalian Pelaksanaan Wilayah I BKPM Agus Joko Saptono mengatakan, kehadiran pabrik baru akan mendorong percepatan realisasi investasi di Lampung serta dapat menciptakan efek domino bagi perekonomian setempat. Selain itu juga menjadi wilayah penyangga bagi industrialisasi di Pulau Jawa.

Pada triwulan I 2020, Provinsi Lampung menerima realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,66 triliun sebanyak 290 proyek. Sementara, nilai realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar USD349,7 juta atau sekitar Rp5,035 triliun melalui 124 proyek.

"Kami meyakini investasi ini sangat strategis. Mengingat banyak rantai pasok yang melibatkan petani jagung, membangun industri pertanian, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong industri lainnya yakni peternakan," jelasnya. (mdk/did)

Baca juga:
Alasan BKPM Relokasi Kawasan Industri Brebes ke Batang
Bos BKPM: Proyek Mangkrak karena Ada Calo Tanah, Tukang Palak dan Hantu Berdasi
Pandemi Tak Kunjung Usai, BKPM Isyaratkan Revisi Target Investasi untuk Keempat Kali
Harga Tanah yang Mahal Bikin Investasi RI Kalah dari Vietnam
Bos BKPM Pastikan Ada Investasi Masuk dari Relokasi Bisnis
Saat Pandemi Corona, BKPM Bisa Keluarkan 5.000 Izin Usaha per Hari
Sempat Mangkrak, Pembebasan Lahan Kilang Minyak Pertamina-Rosneft Hampir Rampung

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami