Blu-Jek sebut GO-JEK dan Grab Bike bukan saingan

UANG | 17 September 2015 13:38 Reporter : Saugy Riyandi

Merdeka.com - Persaingan aplikasi berbasis transportasi ojek semakin marak. Aplikasi Blu-Jek melengkapi kehadiran dari GO-JEK dan Grab Bike.

Pendiri Blu-Jek Garret Kartono mengaku melihat besarnya pasar pengguna jasa ojek. Masyarakat memilih jasa ojek karena dianggap semakin efektif membelah kemacetan ibu kota.

"Untuk itu, kami melihat peluang pasar ini dengan membuat Blu-Jek," ujar Garret di Jakarta, kamis (17/9).

Seperti pendahulunya, GO-JEK maupun Grab Bike, pihaknya juga menjual pelayanan dan kemudahan konsumen mencapai tempat tujuan. "Kami ingin memberikan kemudahan bagi konsumen dan memberikan pilihan pada konsumen,"

COO Blu-Jek Michael Manuhutu mengatakan dua aplikasi ojek terdahulu yaitu Grab Bike dan GO-JEK merupakan pionir dalam aplikasi berbasis transportasi. Karena itu dia menganggap kedua aplikasi itu bukan kompetitor, melainkan partner kerja.

"Kami ada untuk melengkapi kekurangan layanan bagi masyarakat Indonesia," kata Michael.

Menurut dia, pangsa konsumen ojek online di Jakarta masih sangat besar. Dimana, ada 20 juta warga Jakarta yang beraktivitas dan membutuhkan akses layanan ojek karena tingginya aktivitas sehari-hari.

"Jadi bukan kami saingi. Tapi kami lebih kepada membantu melengkapi kekurangan yang ada," ucapnya.

(mdk/noe)