Boediono Sebut Perekonomian Dunia Rentan Alami Krisis

UANG | 28 November 2018 18:01 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Wakil Presiden Indonesia era SBY, Boediono menyebut kondisi perekonomian dunia saat ini begitu rentan terhadap instabilitas maupun krisis ekonomi. Hal itu dikarenakan gejolak perekonomian secara global merupakan pasar dari kapitalisme.

"Oleh sebab itu rawan terhadap krisis. Kalau di ekonomi nasional kita punya institusi mengkoordinasikan secara baik, dari fiskal, moneter dan lain-lain itu yang sebenernya bisa menurunkan risiko instibilitas terhadap ekonomi. Di dalam global tidak ada yanv bertanggung jawab kalau menjuru ke krisis. Tidak ada yang mau mengkoordinir," paparnya dalam Katadata Forum, di Jakarta, Rabu (28/11).

Boediono mengatakan, dalam keadaan seperti ini yang perlu dilakukan pemerintah adalah mewaspadai dan mengantisipasinya. Caranya, dengan mencermati berbagai faktor variabel yang erat kaitannya dengan indikator krisis ke depan.

"Apa yang kita lihat sekarang masalah trade war pelaku pasar pasti punya dampak negatif terhadap perekonomian dunia," katanya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengatakan, antisipasi perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dengan China menjadi penting. Sebab secara dampak perekonomian negara-negara berkembang termasuk Indonesia pun akan kena imbasnya.

"Negatif bisa saja ekpor kita secara umum menurun. Karena negara penghasil brang bisa masuk ke Amerika karena ada rambu rambu tarif mereka mencari pasar baru salah satunya ke kita," pungkasnya.

Baca juga:
Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia Tangkal Tekanan Ekonomi Global
6 Penyebab Negara Kaya Venezuela Bisa Bangkrut
Satu juta warga Venezuela mengungsi ke Kolombia karena krisis ekonomi
Strategi RI hadapi krisis 2008 dan jadi negara dengan pertumbuhan tertinggi ke-3
Sri Mulyani: Kita harus hati-hati dengan kenaikan suku bunga The Fed

(mdk/azz)