Bos Asabri Sebut Isu Korupsi Rp10 Triliun Hoaks

Bos Asabri Sebut Isu Korupsi Rp10 Triliun Hoaks
UANG | 16 Januari 2020 12:18 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama PT Asabri (Persero), Letjen Purn TNI Sonny Widjaja, menegaskan bahwa uang prajurit aman, tidak hilang dan tidak dikorupsi. Klarifikasi diberikan terkait isu korupsi dana pensiun tentara dan Polri di perusahaan yang dirinya pimpin.

"Saya imbau agar kita dapat jadi orang-orang yang tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi dengan berita Asabri yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Sonny dalam sebuah konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (16/1).

Dirinya kembali menegaskan, berita-berita tentang isu korupsi yang tersebar luas adalah tidak benar. "Berita tersebut adalah berita yang tidak benar. Kepada pihak-pihak yang ingin berbicara dengan Asabri, harap menggunakan data dan fakta yang sudah terverifikasi," ungkapnya.

1 dari 2 halaman

Ancam Pidanakan Penyebar Hoaks

penyebar hoaks rev1

Sonny menegaskan, akan menempuh jalur hukum jika pihak-pihak tertentu masih menyiarkan pembicaraan yang tendensius dan terkesan negatif tentang Asabri.

"Hentikan pendapat, pembicaraan yang tendensius dan negatif yang mengakibatkan kegaduhan. Jika hal ini terus berlangsung saya dengan menyesal akan menempuh jalur hukum," ujar Sonny.

Sonny menjamin, uang para pensiunan TNI, Polri dan ASN Kemenhan aman, tidak hilang dan tidak dikorupsi. "Kepada pihak yang ingin berbicara tentang Asabri, harap menggunakan data dan fakta yang terverifikasi," paparnya.

Saat dikonfirmasi apakah pihak yang dimaksud ialah Menkopolhukam Mahfud MD, Sonny memilih untuk bungkam. Sebelumnya, Mahfud MD memang mengatakan ada isu korupsi di Asabri yang nilainya mencapai Rp10 triliun.

2 dari 2 halaman

BPK Taksir Kerugian Negara di Kasus Asabri Capai Rp16 Triliun

kerugian negara di kasus asabri capai rp16 triliun rev1

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih mengaudit kerugian negara atas kasus dugaan korupsi di PT Asabri. BPK menaksir, kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp16 triliun.

"Baru perkiraan, BPK sedang mengumpulkan data dan informasi, diperkirakan potensi kerugian Rp10 sampai Rp16 triliun," ujar anggota BPK Harry Azhar saat dikonfirmasi, Rabu (15/1).

Menurut Harry, setelah semua data terverifikasi secara keseluruhan, BPK berencana menyerahkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kemudian ditindaklanjuti.

"Iya akan diserahkan ke KPK," kata dia.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Selidiki Korupsi PT Asabri, KPK akan Berbagi Peran dengan Polri
Erick Thohir Sebut Likuiditas Asabri Masih Aman
Bertemu BPK 1,5 Jam, KPK Bahas Dugaan Korupsi di Asabri
KPK dan Polri Amati Kasus Dugaan Korupsi di Asabri
Buntut Kasus Jiwasraya & Asabri, Jasa Raharja Diminta Hati-Hati Kelola Uang
KPK Sebut Tak Ada Rebutan Kasus Korupsi Asabri dengan Polri
Bersama BPK, KPK akan Bahas Kasus Korupsi PT Asabri

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami