Bos Bahana Sebut Ada 3 Pertimbangan untuk Selamatkan Jiwasraya

Bos Bahana Sebut Ada 3 Pertimbangan untuk Selamatkan Jiwasraya
Ilustrasi jiwasraya. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani
UANG | 9 September 2020 14:08 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) akan membentuk sebuah perusahaan asuransi jiwa yang nantinya diberi nama Indonesia financial Grup (IFG) Life, dalam rangka penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya. Perusahaan tersebut diharapkan bisa memberikan perlindungan kepada pemegang polis Jiwasraya.

Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Robertus Bilitea mengatakan, sebelum mengambil keputusan untuk membentuk perusahaan baru, ada tiga pertimbangan yang dilakukan PT Bahana sebagai perusahaan holding, Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan. Pertama, melakukan bail out.

"Melihat kondisi ini, kami dari BPUI, membuat opsi resolusi. Opsi pertama bail out, tapi tidak dapat dilakukan karena belum ada peraturan terkait dari OJK maupun KSSK. Ini yang berbeda dengan bank. kalau bank, ada LPS yang tampil ke depan kalau bank mengalami kegagalan," jelasnya.

Opsi kedua, melakukan restrukturisasi, transfer serta bail in. Opsi ini memberikan dukungan dana sari pemegang saham Jiwasraya yang secara tidak langsung pelaksanaannya melalui PT BPUI.

"Restrukturisasi dilakukan dengan sebaik baiknya untuk memastikan portofolio polis yang ditransfer dapat menciptakan keuntungan untuk newco. Opsi ini disetujui oleh pemerintah melalui buku II nota keuangan RAPBN," jelas Robertus.

Sementara itu, pertimbangan ketiga yang sempat didiskusikan adalah dibubarkan. Namun opsi ini lagi-lagi terhalang aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Dari tiga opsi, opsi yang kami lakukan menyelamatkan pemegang polis adalah lewat restrukturisasi, transfer dan bail ni. Ini dipilih karena jauh memberikan perlindungan ke pemegang polis. Ketimbang kita memilih likuidasi, kalau likuidasi akan memberikan dampak hukum yang masif," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Selamatkan Jiwasraya, PT Bahana Bakal Bentuk Perusahaan Asuransi
PMN Rp 20 Triliun Dinilai Belum Cukup untuk Selamatkan Jiwasraya
Perusahaan Milik Benny Tjokro, Hanson Internasional Resmi Pailit
10 BUMN Alami Ekuitas Negatif di 2019, Kemenkeu Bakal Ambil Langkah Ini
Kejaksaan Agung Pastikan Berkas Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki Hingga Jiwasraya Aman
Kejaksaan Agung Periksa 17 Saksi Kasus Korupsi Jiwasraya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami