Bos Bappenas: Jika Ada Kabut Asap di Ibu Kota Baru Itu Dibawa Angin

UANG | 26 September 2019 17:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menegaskan potensi kebakaran di ibu kota baru minim, karena lahan di ibu kota baru bukan lahan gambut dan batubara.

Dia menjelaskan, risiko dari kebakaran di ibu kota baru secara kalkulasi sudah diperhitungkan, termasuk bagaimana tindakan mitigasi dari Pemerintah.

"Daerah tempat ibukota baru sebenarnya tidak berpotensi kebakaran hutan karena bukan lahan gambut dan batubara. Kalaupun ada asap itu lebih di bawa angin dari tempat lain, sejauh ini resikonya bisa dimitigasi," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/9).

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy Supriadi Prawiradinata menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap masalah kebakaran hutan di wilayah Kalimantan. Sebab Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur akan menjadi lokasi ibu kota baru.

Dia mengatakan, meskipun secara umum Kalimantan lebih aman dari ancaman bencana alam seperti gempa, tapi harus diakui bahwa di pulau tersebut rawan terjadi kebakaran hutan.

"Memang bencana alam yang sering terjadi di Kalimantan adalah kebakaran hutan," kata dia di Jakarta, Kamis (19/9).

Meskipun belum memberikan penjelasan terperinci terkait langkah-langkah penanganan, Rudi memastikan pemerintah akan bekerja ekstra keras dalam upaya menekan kebakaran hutan di Kalimantan. Apalagi Kalimantan akan menjadi lokasi ibu kota negara.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Undang Tokoh dan Seniman, Jokowi Bahas Papua, Karhutla Hingga RUU KUHP
Menteri KLHK Klaim Kualitas Udara di Riau dan Kalimantan Tengah Membaik
Potret Keceriaan Anak-anak Pekanbaru di Rumah Aman Asap
60,4 Hektare Hutan Gunung Semeru Terdampak Kebakaran
30 Jadi Tersangka Karhutla di Kalimantan Timur, Belum Ada Korporasi Diperiksa
Kalbar dan Kalteng Jadi Penyumbang Titik Panas Terbesar

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.