Bos Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Tingkatkan Kesempatan Kerja 10,5 Persen

UANG | 18 September 2019 15:27 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyebut bahwa pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur akan meningkatkan kesempatan kerja di Pulau Kalimantan sampai 10,5 persen, di samping meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Dalam jangka pendek, pemindahan ibu kota negara akan meningkatkan kesempatan kerja di Pulau Kalimantan 10,5 persen dan di tingkat Nasional satu persen," kata Bambang Brodjonegoro pada Pembukaan Rakornas Kadin bidang Properti di Jakarta, Rabu.

Bambang mencontohkan, proyek infrastruktur yang dikerjakan Kementerian PUPR senilai Rp1 triliun bisa menyerap 14.000 tenaga kerja, apalagi pemindahan ibu kota negara membutuhkan anggaran hingga Rp466 triliun.

Simulasi yang dilakukan Kementerian PPN mencatat bahwa pembangunan ibu kota baru akan menopang investasi riil di Kalimantan Timur sebesar 47,7 persen, sementara investasi di Pulau Kalimantan sebesar 34,5 persen dan investasi di Indonesia secara keseluruhan sebesar 4,7 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur diproyeksi akan meningkat sebesar 7,3 persen, Pulau Kalimantan meningkat 4,7 persen, dan ekonomi secara nasional tumbuh 0,6 persen.

Menurut dia, investasi di bidang properti melalui pembangunan ibu kota baru menjadi strategi bagi Indonesia untuk menghadapi ancaman resesi global yang terjadi pada 2020 mendatang.

"Kebetulan ibu kota baru bukan heavy di manufaktur, tapi properti. Saya harapkan, kita mencoba mengarahkan pembangunan ibu kota baru adalah sebagai countercyclical menghadapi resesi tahun depan," kata Bambang.

Ada pun dalam Rakornas Kadin bidang Properti, Kadin Indonesia mendukung program pemerintah dalam memajukan sektor properti nasional. Namun, pertumbuhan sektor properti dinilai masih jauh dari harapan, mengingat kontribusi sektor properti terhadap ekonomi selama lima tahun terakhir masih di bawah tiga persen. Bahkan pada 2019 diprediksi relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Di sisi lain, sektor properti Nasional diramaikan dengan sejumlah peluang, seiring ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru, tepatnya berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian lagi di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kadin menilai, pemindahan ibukota ini memberikan angin segar dan dampak positif bagi pengembang dan pelaku industri properti. (mdk/idr)

Baca juga:
Pemerintah Bangun Rumah Susun PNS di Ibu Kota Baru
Pansus Pemindahan Ibu Kota Bakal Panggil Anies Baswedan dan Isran Noor
Pansus DPR Jelaskan 3 Fokus Kajian Pemindahan Ibu Kota
Aset Negara Rp550 T di Jakarta Bisa Mulai Dikelola Swasta Paling Cepat 2020
VIDEO: Pemerintah Pastikan Tak Ada Titik Panas di Lokasi Ibu Kota Baru
Benahi Masalah Jakarta Habiskan Dana Rp571 Triliun

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.