Bos Bappenas Sebut Industri Manufaktur Kehilangan Pendapatan RP40 T Akibat Corona

Bos Bappenas Sebut Industri Manufaktur Kehilangan Pendapatan RP40 T Akibat Corona
UANG | 9 Juni 2020 14:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa membuat perhitungan tentang kehilangan jam kerja selama wabah pandemi corona (Covid-19) beserta dampaknya terhadap perekonomian. Dalam hal ini, dia membuat contoh terhadap sektor manufaktur, yang disebutnya telah kehilangan pendapatan hingga sekitar Rp40 triliun selama masa kritis ini.

Suharso memprediksi pertumbuhan ekonomi negara pada kuartal II-2020 masih akan terus menurun. Dia mencontohkan 10 juta tenaga kerja di sektor manufaktur yang sudah kehilangan separuh jam kerjanya sejak pertengahan Maret tahun ini.

"Di industri manufaktur di 17 subsektor yang padat karya, itu ada 9,8-10 juta tenaga kerja. Mereka separuh utilitas dari tingkat industri menurun," kata Suharso dalam sesi bincang online, Selasa (9/6).

Dalam hitungannya, seorang pekerja manufaktur bekerja selama 40 jam setiap pekannya, lalu dikalikan 1.000. Dia memperkirakan, wabah pandemi corona telah berjalan sekitar 12 pekan sejak pertengahan Maret hingga awal Juni ini, maka didapatkan angka 480 ribu jam.

"Gampangnya kita ambil 400 ribu jam saja dalam 10 minggu. Kali 10 juta (orang pekerja manufaktur), artinya 4 miliar jam kerja. Ini 4 miliar jam kerja hilang," papar dia.

"Kalau 1 jam kerja dibayar dengan 20 ribu saja, itu artinya yang hilang berapa besar? Kira-kira sekitar Rp80 triliun. Dibagi dua karena sifatnya separuh, jadi Rp40 triliun. Jadi Rp40 triliun itu hilang," sebutnya.

Baca Selanjutnya: Pengaruhi Sektor Lain...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami