Bos Bappenas Usul Ada Tarif Khusus Truk di Jalan Tol

UANG | 8 Februari 2019 13:22 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyebut bahwa tarif tol Trans Jawa terlalu tinggi. Tarif yang cukup besar tersebut dikeluhkan berdampak pada pembengkakan beban operasional pengangkutan barang logistik.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro mengusulkan adanya tarif khusus truk agar beban yang ditanggung tidak terlalu besar. Hal ini menurutnya perlu dibicarakan kembali bersama seluruh instansi terkait.

"Jadi ya paling penting nanti tinggal hitung-hitungan lah antara operator tolnya dengan potensial usernya," ujar Menteri Bambang di Kantor Bappenas, Jakarta, Jumat (8/2).

"Berapa harganya yang bisa atau mungkin ada harga khusus yang bisa diberikan kepada angkutan truk karena jalan tol itu dibikin sebetulnya untuk memudahkan angkutan barang," sambungnya.

Menteri Bambang melanjutkan, penggunaan jalan arteri untuk pengangkutan barang tidak lagi bisa diandalkan. Alasannya, jalan arteri membutuhkan biaya perawatan yang cukup besar dan mengandalkan kas negara.

"Karena kalau kita menggunakan jalur arteri nanti biayanya tinggi sekali. Memang biayanya tidak dibayar langsung, itukan langsung di bayar pemerintah. Pokoknya lihat deh anggaran pemeliharaan jalan di indonesia itu tinggi sekali. Lebih banyak secara kilometer pemeliharaannya jauh diatas jalan baru kan gak produktif," tandasnya.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengeluhkan tarif tol Trans Jawa terlalu tinggi. Akibat tingginya tarif tol Trans Jawa, beban operasional turut meningkat.

"Sebenarnya bukan kemahalan. Kita membacanya bukan rate tarifnya, kita membacanya bahwa penerapan tarif itu berpengaruh terhadap struktur cost kita, dari sisi pengusaha truk," kata Wakil Ketua Umum Aptrindo, Nofrisel, saat ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/2).

Dia mengungkapkan, dengan melalui jalur tol Trans Jawa, biaya operasional truk kian membengkak. Padahal, tarif tol mengambil peran cukup besar dari total pengeluaran logistik.

"Kita dengan komponen seperti itu, maka kita merasakan adanya implikasi cost yang naik di struktur cost kita. Jadi kita merasa bahwa komponen tol cukup signifikan pengaruhnya terhadap struktur cost kita," ujarnya.

Dia mengungkapkan, semula biaya untuk jalan tol hanya berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 600.000. Sekarang tarif tersebut membengkak hingga dua kali lipat.

"Cukup signifikan ya (pengaruhnya), kalau sekarang tarif tol hampir sejuta lebih, belum fuel, orang yang bolak-balik. Dua kali lipat," ujarnya.

Dia menyatakan pihaknya berharap tarif tol Trans Jawa dapat ditinjau ulang dengan mempertimbangkan banyak aspek. Diharapkan tarif tol Trans Jawa bisa diturunkan hingga 20 persen.

"Jadi kita berharap bisa dipertimbangkan untuk tarif tol Trans Jawa, diadjust, ditinjau kembali. Sementara yang dilakukan teman-teman Aptrindo ya sebagian tidak lewat jalan tol. Mereka memilih jalur pantura biasa," tutupnya.

Baca juga:
Wapres JK: Tidak Semua Tarif Tol Di Indonesia Mahal, Jagorawi Malah Termurah di Dunia
Jasa Marga Soal Tarif Tol Mahal: Sudah Kesepakatan Bersama
Rincian Tarif 6 Ruas Baru Tol Trans Jawa Berlaku Hari Ini
Jasa Marga soal Tarif Tol Trans Jawa Mahal: Kami Akan Kaji Lebih Dalam
Tarif Tol Mahal, Truk Pilih Lewat Jalan Arteri

(mdk/idr)