Bos BEI terus minta pemerintah dorong BUMN beserta anak usahanya masuk bursa

UANG » MAKASSAR | 5 Juli 2018 19:15 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djadadi, menyambut baik PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo) yang mencatatkan obligasi perdananya di BEI. Dia meminta kepada Kementerian badan usaha milik negara (BUMN) untuk mendorong perusahaan pelat merah dan anak usahanya agar segera memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan di luar anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Kami begitu mengharapkan dukungan dari Ibu Menteri dan Pak Aloy untuk mendorong BUMN dan anak usaha untuk memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu pendanaan," ujar Inarno di Kantornya, Jakarta, Kamis (5/7).

Inarno mengatakan, dengan masuknya Pelindo diharapkan ke depan akan ada perusahaan-perusahaan BUMN lainnya yang dapat melantai di BEI. Baik melalui penerbitan obligasi maupun initial public offering (IPO).

"Semoga masa mendatang semakin banyak BUMN yang menghiasi lantai bursa, baik melalui aksi penerbitan obligasi BUMN, maupun IPO. Dengan demikian Indonesia jadi berkembang dan masyarakat semakin sejahtera," imbuhnya.

Dia melanjutkan pembangunan yang dilakukan Pelindo berkat penerbitan obligasi diyakini akan mampu menarik masuknya investor untuk berinvestasi di Kawasan Timur Indonesia (KTI). "Kami yakin Obligasi I Pelindo IV 2018 ini mendapatkan respon positif bagi investor dan hasilnya dapat dinikmati bagi masyarakat banyak. Baik untuk pembangunan konektivitas percepatan pengembangan KTI atau pengembangan strategis lainnya," kata Inarno.

Sebelumnya, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Aloysius Kiik Ro, memberi sinyal bakal ada perusahaan atau anak usaha BUMN lain setelah PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) yang ikut melantai di bursa saham.

"Yang lain-lain itu kita masih preparasi. Kita pinginnya ukurannya itu lumayan sizeable, kurang lebih 100 juta Dolar (USD) ke atas. Itu mereka masih melakukan evaluasi," ungkap dia

Diketahui, PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) resmi mencatatkan obligasinya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 3 triliun, yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan berbagai proyek strategis di beberapa pelabuhan Kawasan Timur Indonesia (KTI), yaitu Makasar New Port, Pelabuhan Bitung, Kendari New Port dan Pelabuhan Pantoloan-Palu.


BUMN sasar pasar modal cari suntikan dana pengembangan usaha
Bos anyar BEI lebih dulu fokus percepatan penyelesaian transaksi saham
2019, BEI berencana kurangi 1 lot saham menjadi 50 lembar
Direksi anyar BEI incar 15 persen pertumbuhan jumlah investor pasar modal
BEI pecah rekor baru, catatkan kapitalisasi pasar Rp 7.052 triliun
Inarno Djajadi resmi menjadi Dirut BEI baru
5 Sekuritas siap selenggarakan pendidikan pasar modal daring

(mdk/bim)