Bos BI Akui Tantangan Inflasi di 2021 Lebih Berat

Bos BI Akui Tantangan Inflasi di 2021 Lebih Berat
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ©2020 dok.Bank Indonesia
EKONOMI | 11 September 2020 14:58 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Pemerintah dan Badan Anggaran (Baggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati inflasi dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar 3,0 persen. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui tantangan inflasi tahun 2021 diperkirakan lebih berat.

"Inflasi tiga persen meskipun memang tantangan inflasi tahun depan lebih berat," kata Perry Warjiyo dalam rapat kerja virtual membahas postur sementara Rancangan APBN 2021 bersama pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, dikutip Antara, Jumat (11/9).

Dia menjelaskan, tantangan inflasi lebih berat itu seiring dengan tema kebijakan fiskal dalam Rancangan APBN 2021 yakni percepatan pemulihan ekonomi imbas pandemi covid-19. Meski mengaku lebih berat, namun dia mendukung asumsi dasar ekonomi makro itu, termasuk pertumbuhan ekonomi sesuai kesepakatan di Panja A yakni sebesar lima persen hingga nilai tukar rupiah sebesar Rp14.600 per USD.

"Nilai tukar Rp 14.600 semua itu masih dalam risk kami, kami dukung untuk asumsi makro," imbuhnya.

Selama imbas pandemi COVID-19, tingkat inflasi tergolong rendah atau berada di bawah kisaran tiga persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi per Juni 2020 mencapai 0,18 persen, untuk inflasi tahun kalender selama semester pertama 2020 mencapai 1,09 persen dan secara tahunan sebesar 1,96 persen. Sementara itu Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah berharap agar Bank Indonesia menjaga stabilitas sistem keuangan tahun 2021.

"Karena kami khawatir upaya yang dilakukan Gubernur BI akan menjadi sia-sia bagi kita semua, kalau tidak ada di antara kita koordinasi baik di semua lini," ucapnya.

Dia juga mendorong Bank Indonesia mendukung stabilitas pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebagai salah satu basis pembiayaan dalam APBN 2021. (mdk/azz)

Baca juga:
Pertumbuhan Ekonomi di 2021 Targetkan Capai 5 Persen
Komisi XI dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro RAPBN 2021, Berikut Rinciannya
Agustus Deflasi, BI Prediksi Inflasi 2020 Akan di Bawah 2 Persen
Bos BPS: Angka Inflasi Tahunan di Agustus Terendah Sejak Tahun 2000
Bos BPS: Deflasi Dua Kali Berturut-turut Tentukan Angka Pertumbuhan Ekonomi
BPS Catat Deflasi 0,05 Persen di Agustus 2020

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami