Bos BI: Ketegangan Perang Dagang Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Sejumlah Negara

UANG | 20 Juni 2019 16:24 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) menyoroti adanya peningkatan eskalasi ketegangan hubungan dagang yang mempengaruhi dinamika perekonomian global. Hal itu terjadi sejak dimulainya perang dagang atau trade war antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebut bahwa ketegangan hubungan dagang makin nyata dan menurunkan volume perdagangan dunia. "Dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara," kata dia, di kantornya, Kamis (20/6).

Imbasnya, perekonomian Amerika Serikat (AS) diperkirakan tumbuh lebih rendah akibat ekspor yang menurun, stimulus fiskal yang terbatas, serta keyakinan pelaku ekonomi yang belum kuat.

"Ekonomi kawasan Eropa juga melambat dipengaruhi ekspor yang melemah, dan permasalahan struktural terkait aging population yang berlanjut," ujarnya.

Selain itu, pertumbuhan China dan India juga melambat akibat penurunan kinerja sektor eksternal serta pelemahan konsumsi dan investasi.

"Pertumbuhan ekonomi yang melambat kemudian mendorong sejumlah bank sentral menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar," ujarnya.

Di samping dampaknya terhadap pertumbuhan, tensi ketegangan hubungan dagang yang makin tinggi memicu ketidakpastian di pasar keuangan global, yang kemudian mendorong aliran modal keluar dari negara berkembang ke negara maju (flight to quality).

"Perkembangan ekonomi dunia ini memberikan tantangan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga arus masuk modal asing," tutupnya.

Baca juga:
Gara-gara Pemblokiran AS, Huawei Pangkas Pengapalan Smartphone Flagship
AS & China Bertemu di G20, Pemerintah Harap Tensi Perang Dagang Turun
Jokowi Akan Angkat Isu Perang Dagang AS-China di KTT ASEAN ke-34
AS-China Kembali Berencana Gelar Pertemuan, Perang Dagang Bakal Mereda?
Rupiah Kembali Menguat di Level Rp14.264 per USD

(mdk/idr)