Bos BI Percepat Akselerasi BI-FAST Agar Bisa Dimanfaatkan Mulai Tahun Depan

Bos BI Percepat Akselerasi BI-FAST Agar Bisa Dimanfaatkan Mulai Tahun Depan
Gubernu BI terpilih Perry Warjiyo. ©Liputan6.com/angga yuniar
EKONOMI | 27 Oktober 2021 15:16 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan Bank Indonesia akan segera merilis BI-FAST yang bekerja sama dengan industri perbankan. Direncanakan penggunaan BI-FAST bisa dilakukan pada pekan kedua bulan Desember, sehingga di awal tahun 2022 sudah bisa digunakan masyarakat umum.

"Kami dan industri akan membuat akselerasi digitalisasi ekonomi keuangan secara nasional. Insyaallah minggu kedua Desember," kata Perry dalam Konferensi Pers KSSK Triwulan III, Jakarta, Rabu (27/10).

Bank sentral dan industri perbankan serta lembaga pembiayaan non bank akan mengimplementasikan digitalisasi sistem pembayaran. Lewat BI-FAST, infrastruktur ritel dengan nilai sampai Rp 250 juta akan terus menerus bekerja sama dengan pencatatan yang seketika dengan biaya murah. Biayanya hanya Rp 19 dari Bank Indonesia ke bank dan Rp 2500 ke nasabah.

"Biaya yang murah Rp 2500 ke nasabah, dan dari BI ke bank hanya Rp 19. Ini dedikasi kami dan industri buat akselerasi digitalisasi ekonomi keuangan secara nasional," kata dia.

Selain dari sisi merchant, Perry mengatakan digitalisasi juga akan menyentuh para pelanggan atau pengguna. Penggunaan BI-FAST ini juga akan dikembangkan untuk transaksi lainnya selain transfer.

Saat ini bank sentral tengah merencanakan perluasan penggunaan BI-FAST lintas negara dengan Thailand. Setidaknya saat ini sudah ada 11 juta merchant yang tersambung dalam ekosistem ekonomi digital.

"Kami juga coba cross border dengan Thailand. Ini memperluas pembiayaan ritel tapi bukan hanya nasional tapi juga internasional, 11 juta merchant ini sudah tersambung digital," kata dia.

Untuk itu Bank Indonesia akan memperkuat industri terkait. Salah satunya mendorong pelaksanaan bansos dan elektronifikasi belanja pemerintah. Hal ini menunjukkan hubungan yang erat dan sinergi pemerintah buat dukung ekonomi nasional, khususnya buat dukungan konsumsi dan kesejahteraan masyarakat. (mdk/did)

Baca juga:
Bos BI: Tingkat Literasi Masyarakat Ekonomi Syariah Meningkat Jadi 20,1 Persen
Gubernur BI Buka Peluang Perpanjang DP Nol Persen Rumah dan Kendaraan hingga 2023
Pembelian SBN BI di Pasar Perdana Capai Rp142 Triliun Hingga 15 Oktober 2021
KSSK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Dalam Kondisi Normal
BI Catat Uang Beredar di September 2021 Capai Rp7.287,3 Triliun
BI Perkirakan PON XX Papua Tingkatkan PDRB Tembus Rp950 Miliar
Modal Asing Rp710 Miliar Masuk Pasar Indonesia di Pekan Ketiga Oktober 2021

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami